Armada AS, Inggris dan Jepang Pamer “Otot Militer” di Laut Filipina

JakartaGreater – Kelompok serang kapal induk Inggris yang dipimpin oleh HMS Queen Elizabeth, dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang dipimpin oleh (JMSDF) Destroyer helikopter kelas Hyuga JS Ise bergabung dengan kelompok serang kapal induk Armada Pasifik AS yang dipimpin oleh kapal induk USS Ronald Reagan (CVN 76 ) dan USS Carl Vinson (CVN 70) untuk melakukan beberapa operasi kelompok serang kapal induk di Laut Filipina.

Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy - Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)
Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy – Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)
Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy – Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)

Operasi di laut terpadu menyatukan lebih dari 15.000 Pelaut, Marinir dan Penerbang dari enam negara, dan menunjukkan kemampuan Komando Indo-Pasifik AS untuk bekerja sama dengan jaringan aliansi dan kemitraan yang tak tertandingi dalam mendukung Free and Open Indo Pacific, ungkap laman US Navy, 6/10/2021.

Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy – Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)
Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy – Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)

HMNZS Te Kaha dari Selandia Baru juga bergabung dengan kapal angkatan laut dari Inggris, AS, Kanada, Belanda dan Jepang yang melakukan latihan multilateral di kawasan Indo Pasifik.

Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy - Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)
Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy – Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)
Armada laut AS, Inggris dan Jepang berlayar di Laut Filipina (@US NAvy – Mass Communication Specialist 3rd Class Gray Gibson)

Menurut militer Selandia Baru Latihan militer internasional ini sangat penting karena meningkatkan interoperabilitas dan memperkuat hubungan militer mereka.

Leave a Comment