Mengapa Indonesia Membutuhkan SU-35 ?

SU -35

TNI AU hanya memiliki 3 sampai 4 skadron fighter dan sergap: 1 Skadron SU-27/30. 1 skadron F-16 (sisa 9 pesawat) dan 2 skadron (baru datang 5 unit dan 1 terbakar bulan Mei 2015).

Kalau pesawat Hawk atau Super Tucano disuruh lawan F-5 Tiger belum tentu menang, apalagi lawan F-16.

Pesawat F-16 kita terlemah se Asia Tenggara yang berhadapan dengan F/A-18 Hornet, belum Gripen Thailand, SU 30 Malaysia, F-16 dan f-15 viper Singapura.

Indonesia kekurangan skadron figthter dan sergap. Skadron Angkut, Skadron serang darat, Skadron pembom jangan dihitung karena itu cuma back up kalau skadron figthter atau sergap kita tidak kalah.

Coba lihat Singapura yang memiliki skadron sergap, fighter dan serang darat multirole. Pesawat F-16 saja ada 70-an unit dan F-15 Eagle sebanyak 2 Skadron dan mau ditambah lagi. Belum lagi kedatangan F-35 (F-5 Tiger belum dipensiunkan karena dijadikan cadangan tapi sudah di-upgrdae).

Australia ada 70-an F/A-18 Hornet dan 2 Skadron (24 unit) Super Hornet sebelum datang F-35.

Indonesia memerlukan 3 sampai 4 Skadron SU-30 dan 2 Skadron SU-35. Untuk sergap atau serang darat, bisa menggunakan Eurofighter Typhoon atau Rafale atau Gripen, sebanyak 2 hingga 3 Skadron (36-48 pesawat).

Kalau untuk skadron angkut, intai itu lain lagi. Coba lihat negara di luar dan cross check saja mengapa dulu AUTI 1965 terkuat di Asia Tenggara, karena memiliki skadron pesawat yang lengkap ada: figthter, sergap, serang darat, pembom dan skadron angkut.

By: Bukek Siansu