Kapal Interceptor Baru Singapura

Republik Singapura Navy (RSN) meluncurkan kapal cepat bersifat siluman yang dirancang untuk melakukan berbagai misi, termasuk sebagai basis pertahanan untuk dua fasilitas angkatan laut, perlindungan, serta operasi keamanan maritim bersama kapal patroli Fearless class dan Kapal Littoral Mission Singapura.

Interceptor baru ini diberinama Specialised Marine Craft (SMC) yang akan resmi diungkap kepada publik sebagai bagian dari tampilan Military Day tanggal 9 Agustus. SMC ini untuk menggantikan kapal cepat yang pensiun tahun 2008.

Kapal berbobot 40-ton ini memiliki desain radar cross section yang rendah, memiliki panjang 22 meter, beam 5,5 meter, draft kapal sekitar 1,2 m. Sensor Elektro-optik kapal yang menjadi radar navigasi dipasang di tiang kanan kapal.

Mayor Lee Pui Yau, selaku komandan skadron SMC, mengatakan pengembangan SMC dimulai tahun 2003 bekerja sama dengan Singapore Technologies (ST) Marine dengan produk pertama pada tahun 2009 setelah uji coba ekstensif dan perbaikan desain bertahun-tahun.

Operator kapal terdiri dari empat orang: komandan, pengemudi, navigator, dan spesialis senjata. Dia menambahkan kapal SMC tidak dirancang untuk memuat personil tambahan.

Kapal SMC dipersenjatai dengan 12,7 mm Oto Melara Hitrole G remote weapon station. Propulsi dengan dua waterjets Hamilton, memungkinkan kapal mencapai kecepatan maksimum lebih dari 30 knot dan mampu berlayar di laut dangkal.

Senjata 12,7 mm Oto Melara Hitrole G remote weapon station mampu menghadapi target permukaan dan target udara dengan kapasitas 4000 amunisi. Amunisi tambahan dapat disimpan di dalam kapal. Senjata ini juga dilengkapi dengan kamera siang hari, imager inframerah dan pengintai laser.

Spesifik dari sistem elektronik SMC tidak diungkapkan, meskipun MINDEF mengatakan fitur “sensor canggih” kapal, menyediakan kemampuan surveillance yang tinggi. Kapal ini juga dilengkapi alat komunikasi yang memungkinkan peningkatan integrasi dengan fasilitas dan armada RSN lainnya. Mast (tiang utama) kapal ini dilengkapi electro optical sensor turret dan juga sistem radar. Namun Mayor Lee enggan mengungkap lebih jauh.

Menurut Mayor Lee, RSN saat ini mengoperasikan tiga kapal SMC dan lima lagi diharapkan masuk layanan pada 2017.

Janes.com