Prancis Bantu Teknologi Guidance dan Seeker Rudal India

A Brahmos missile is vertically launched from INS Tarkash (F50)

Menurut Indo-Asian News Service, Prancis secara prinsip telah menyepakati ‘permintaan India untuk transfer teknologi pembimbing roket internal yang akan diberikan oleh perusahaan Prancis Safran (Sagem) untuk rudal anti-kapal BrahMos. Masalah ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian saat mengunjungi Menteri Produksi Pertahanan India, Rao Inderjit Singh.

Perusahaan Perancis Sagem (Safran group) adalah ahli dalam sistem navigasi inersia dan juga alat pencari untuk rudal (seekers). Singh mengatakan bahwa Sagem tidak akan mentransfer teknologi untuk pemerintah India tetapi untuk BrahMos, yang merupakan perusahaan patungan Indo-Rusia, untuk sistem navigasi rudal jangkauan di bawah 300 km..

Dikembangkan bersama oleh India dan Rusia, rudal Brahmos memiliki jangkauan 290 km (180 mil) dan dapat membawa hulu ledak konvensional hingga 300 kg (660 lbs). Rudal ini dapat secara efektif mencegat target dari ketinggian serendah 10 meter (30 kaki) dan memiliki kecepatan tertinggi 2,8 Mach, yaitu sekitar tiga kali lebih cepat dari rudal jelajah subsonik Tomahawk buatan AS.

Navyrecognition.com