Anggaran alutsista TNI Rp 102 T, padahal yang dibutuhkan Rp 600 T

Hercules jatuh di Medan. ©2015 merdeka.com/yan muhardiansyah

 

Pesawat Hercules tipe C-130 yang jatuh di sekitar pemukiman warga di Jl Jamin Ginting, Medan, Selasa (30/6) siang membuat alutsista TNI menjadi sorotan. Banyak yang menilai Hercules tersebut sudah uzur dan tak layak pakai.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya menyebut anggaran yang ada saat ini sangat jauh dari kata ideal guna melakukan modernisasi alutsista TNI.

“Anggaran minimum itu Rp 300 triliun sedangkan anggaran tahun ini hanya Rp 102 triliun,” kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta Kamis (2/7).

Anggaran minimum tersebut, kata dia, hanya setengah dari jumlah ideal untuk melakukan modernisasi alutsista yang berjumlah Rp 600 triliun. Apalagi, dengan anggaran yang ada saat ini, sangat tidak mungkin anggaran langsung bisa melonjak 300 persen.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin yang turut menyebut minimnya anggaran yang dimiliki oleh TNI. Apalagi, anggaran dari Kementerian Pertahanan harus dibagi ke Mabes TNI dan tiga matra TNI.

“Sekarang ini saja, untuk anggaran Menhan Rp 102 triliun. Sekitar 77,7 persen untuk TNI yang dibagi untuk empat bagian untuk mabes dan tiga matra,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan, pemerintah akan segera menambah anggaran untuk memperkuat alutsista TNI. Rencananya, penambahan anggaran tersebut akan dimasukan dalam RAPBN 2016.

“Iya tentu, sesuai anggaran. Kan kalau kita tidak bisa langsung kasih, itu harus, nanti lagi kita tambah di anggaran 2016,” kata JK di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

Namun, JK belum menyebut besaran nilai anggaran yang akan ditambahkan. Menurutnya, pemerintah akan menyesuaikan dengan kemampuan finansial negara. (Merdeka.com)