Inggris Dukung Transfer of Technology Pembangunan Fregat PT PAL

Duta Besar Inggris mendukung penuh kegiatan Transfer of Technology (ToT) dan Transfer of Knowledge (ToK) dalam setiap kesepakatan kerja sama bisnis antara industri lokal Inggris dengan Indonesia, khususnya PT PAL Indonesia.

JakartaGreater – Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengunjungi galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, 2/12/2021.

CMO PT PAL Indonesia Willgo Zainar menyambut kehadiran Owen Jenkins bersama jajaran kepala Divisi di PAL.

Kunjungan dari British Embassy di Jakarta ini dalam rangka memperkuat hubungan diplomasi antara Inggris dan Indonesia.

Willgo Zainar memaparkan bahwa “PT PAL Indonesia telah memiliki kerja sama strategis dengan industri lokal Inggris.

Kerja sama itu meliputi peran global supply chain maupun dalam kaitannya dengan lisensi, seperti BAE System Bofors maupun dengan Babcock Internasional”, ungkap laman PT PAL Indonesia.

Kunjungan British Embassy ini sebagai salah satu upaya memperkuat bisnis G2G, serta implementasi dukungan Internasional terhadap kemajuan PT PAL Indonesia.

Sebagai galangan kapal termodern di Indonesia, PT PAL memiliki manajemen rantai pasok berskala global atau Global Supply Chain.

Dukungan Global Supply Chain ini memungkinkan PT PAL melakukan pemenuhan kebutuhan komponen kapal kombatan dan produk lainnya secara optimal.

Kunjungan Duta Besar Inggris Owen Jenkins ke PT PAL Indonesia, 2/12/2021. (@PT PAL Indonesia)

Owen Jenkins dalam kesempatan ini menyatakan memberi dukungan penuh terhadap kerja sama antara PT PAL dan Babcock International dalam pembangunan kapal Frigate di PT PAL Indonesia.

Kerja sama bilateral ini menurutnya merupakan wujud kuat hubungan diplomasi antara Inggris dan Indonesia.

Owen Jenkins juga mengatakan Pemerintah Inggris merasa terhormat dengan adanya kerja sama Babcock International dengan PT PAL Indonesia yang merupakan The Most Advance and Leading Naval Shipbuilding Industry.

Duta Besar Inggris ini juga mendukung penuh kegiatan Transfer of Technology (ToT) dan Transfer of Knowledge (ToK) dalam setiap kesepakatan kerja sama bisnis antara industri lokal Inggris dengan Indonesia, khususnya PT PAL Indonesia.

Owen Jenkins berharap kunjungan ini menjadi sarana memperkuat relasi kemaritiman dengan PT PAL Indonesia, melalui kerja sama dengan Babcock International.

Kontrak Pembangunan Fregat

Penandatanganan kontrak komersial pengadaan Kapal Perang jenis Fregat Type 31, Arrowhead 140, telah dilakukan oleh PT PAL Indonesia dan Babcock International, Inggris, pada September 2021.

Penandatanganan pengadaan fregat Arrowhead 140 (AH140) untuk TNI AL ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace MPdi atas kapal perang Inggris, HMS Argyll.

Lisensi desain ini memungkinkan PAL untuk membangun dua fregat Arrowhead 140 di Indonesia dengan modifikasi desain khusus untuk Angkatan Laut Indonesia.

Desain fregat Arrowhead 140 yang akan digarap PT PAL Indonesia (@Babcock)

Kemampuan Kapal Perang

Arrowhead 140 merupakan fregat ringan serba guna yang dikembangkan Tim 31 dipimpin oleh Babcock International.

Tim 31 terdiri dari sejumlah kontraktor antara lain: Thales Group, Harland and Wolff, BMT, OMT dan Ferguson Marine. Fregat ini diberinama Type-31, untuk dipasok kepada Royal Navy.

Kapal fregat pertama ditargetkan meluncur ke air pada tahun 2023, dengan pengiriman 5 fregat antara tahun 2024 hingga 2028.

Fregat ini ditujukan untuk pengawasan dan pencegatan maritim, kontra pembajakan, deterrence militer, perlindungan armada laut, misi perang anti-kapal selam, bantuan kemanusiaan dan bencana serta dukungan kelompok tugas tempur.

Fregat memiliki panjang 139,7 meter, lebar 19,8 meter dan draft 4,8 meter, dengan bobot sekitar 5.700 ton. Kapal dirancang untuk membawa lebih dari 160 orang dan dapat beroperasi dengan awak minimal 100 orang.

Fregat Type 31 memasang setidaknya tiga sistem meriam modern untuk menetralisir sejumlah serangan berkelompok target kecil seperti kapal kecil atau UAV/ Drone.

Kapal perang ini juga dilengkapi senjata berat meriam 57 mm Mk 110 yang dapat menembakkan 4 peluru per detik dengan jangkauan sekitar 17 km.

Jenis amunisi dapat dengan mudah dipilih termasuk: Pre-fragmented, Programmable, dan Proximity-fused (3P).

CIWS 20mm Phalanx diganti dengan dua senjata Bofors 40mm Mk 4 yang menghasilkan 5 peluru per detik, dengan jangkauan 12,5 km. CIWS ini dirancang khusus untuk merespons secara cepat target di berbagai ketinggian.

*Foto cover: Desain fregat Arrowhead 140. (@Babcock)