Home » Militer Indonesia » PT Pindad dan FNSS Turki Bahas Kerja Sama Kendaraan Tempur Amfibi

PT Pindad dan FNSS Turki Bahas Kerja Sama Kendaraan Tempur Amfibi

JakartaGreater – Perusahaan kendaraan tempur dan produk pertahanan PT Pindad Indonesia melakukan pertemuan dengan perusahaan FNSS Defence Systems Turki, di Bandung, Jawa Barat, pada Jum’at, 10 Desember 2021.

Vice President (VP) Pengembangan Bisnis PT Pindad, Yayat Ruyat didampingi VP Pemasaran dan Penjualan, Edy Purwanto beserta jajaran, menyambut kunjungan Program Manager, FNSS Defence Systems, Baris Aslan, beserta tim FNSS Turki.

Pertemuan yang dilakukan di Kantor Pindad Bandung ini, juga dihadiri Paban I Ren Staf Logistik Angkatan Laut (Slogal), Kolonel Laut (T) Aji Normanihadi, beserta jajaran Mabes TNI Angkatan Laut.

PT Pindad dan FNSS Turki Bahas Kerja Sama Kendaraan Tempur Amfibi. (@ PT Pindad)

Adapun tujuan dari kunjungan FNSS Turki ini untuk membahas kerja sama dengan pihak FNSS dengan PT Pindad.

Pihak perusahaan pertahanan FNSS Turki turut menyampaikan paparannya mengenai kendaraan amfibi untuk kelanjutan kerja sama dengan PT Pindad (Persero). Ke depannya kedua pihak akan melanjutkan kerja sama dalam memproduksi kendaraan tempur varian amfibi.

“Kami mengapresiasi kehadiran tim FNSS yang telah hadir di Bandung dari Turki untuk pembahasan kelanjutan kerja sama dengan PT Pindad (Persero). Besar harapan kami dengan adanya kolaborasi yang telah terjalin dapat mendukung pengembangan produk PT Pindad (Persero) terutama varian kendaraan amfibi” ujar Vice President (VP) Pengembangan Bisnis PT Pindad (Persero), Yayat Ruyat, dikutip laman PT Pindad Indonesia.

Baris Aslan selaku Program Manager, FNSS Defence Systems, menjelaskan mengenai rencana proyeksi kerja sama dengan PT Pindad. Adapun salah satu fokus produk kolaborasi ini adalah produk kendaraan amfibi dengan harapan dapat menjawab kebutuhan TNI AL.

Setelah mendiskusikan kelanjutan kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak, kegiatan diakhiri dengan ramah tamah.

Marine Assault Vehicle ZAHA (@FNSS)

Kendaraan Tempur Amfibi Produksi FNSS

Salah satu kendaraan tempur amfibi buatan FNSS adalah MAV – Marine Assault Vehicle yang dinamai  ZAHA.
Marine Assault Vehicle (MAV) atau Kendaraan serbu amfibi ZAHA dirancang oleh FNSS untuk memenuhi persyaratan operasional amfibi.

Saat melakukan fase pendaratan pantai untuk operasi amfibi, kendaraan ZAHA ini diluncurkan dari kapal pengangkut landing helicopter docks(LHD) dan mampu dengan cepat menempuh jarak antara kapal dan pantai, memungkinkan unit laut untuk mendarat di bawah perlindungan lapis baja.

Marine Assault Vehicle ZAHA (@FNSS)

Setelah di darat, kendaraan serbu amfibi ini dapat beroperasi bersama kendaraan lapis baja lainnya.

MAV menggantungkan daya tembaknya ke turret kendali jarak jauh 12,7 mm MG & 40 mm AGL. Dirancang untuk mendukung operasi ganda berdasarkan persyaratan misi mereka, kendaraan serbu amfibi lapis baja ini memastikan kemampuan yang unggul baik di laut maupun di darat.

Marine Assault Vehicle ZAHA (@FNSS)

Desain lambung yang unik dan jet air yang kuat membuat MAV sangat mobile di air dengan kecepatan 7 knot, serta di darat dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

Kendaraan dasar dapat dikonfigurasi dalam varian yang berbeda seperti Personnel Carrier dan Command-Post. Beberapa angkatan laut di seluruh dunia memiliki kemampuan seperti itu

FNSS MAV, mengusung konsep kendaraan tempur amfibi yang dilindungi armor ke abad ke-21. Dibandingkan dengan sistem serupa, MAV dapat dianggap lebih unggul dalam hal berikut:

Jumlah personel yang diangkut oleh kendaraan,Tingkat balistik dan perlindungan ranjau, Turret kendali jarak jauh generasi baru dan Performanya di darat dan di air.

Perjalanan Kerja Sama

Sebelumnya, perusahaan Indonesia di bidang pertahanan, PT Pindad dan Perusahaan Turki, FNSS, sepakat untuk melakukan kerja sama pengembangan alat utama sistem pertahanan (Alutsista).

Setelah sukses bekerja sama membuat prototipe medium tank, kedua perusahaan Indonesia dan Turki itu berencana mengembangkan jenis baru Harimau Medium Tank atau Kaplan MT, berupa kendaraan angkut personel dan tank Amfibi.

Selain itu, Pindad dan FNSS akan melengkapi kendaraan itu dengan Unmaned Turret atau senjata khusus tank dengan kaliber 30 mm.

“Jadi turret 30 mm tanpa awak, berupa remote control weapon system yang digunakan untuk perlindungan atau menyerang kendaraan ataupun pertahanan musuh,” ujar Vice President Inovasi PT Pindad Windu Paramata kepada Anadolu Agency, pada 6 Maret 2020.

“Jadi skemanya hampir sama dengan pengembangan prototipe tank medium, dimana FNSS dengan pindad melakukan pertukaran informasi, pertukaran proses design kerja sehingga kita mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dari pengguna di Indonesia,” ujarnya.

Tank Harimau Medium hasil kerja sama Indonesia-Turki (@PT Pindad)

Awal Mula

Pindad Indonesia dan FNSS Turki sepakat menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada 2015. Perancangan tank ini dimulai Februari 2016. Setelah prototipe selesai diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT.

Kaplan MT sempat dikirim ke Indonesia dan dipamerkan pada hari ulang tahun TNI 5 Oktober 2017 lalu di Cilegon, Banten. Indonesia pun memberi nama Harimau Medium Tank.

Tank ini dilengkapi dengan two-man turret kaliber 105 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm. Tank Medium Harimau didesain khusus untuk daerah operasi tropis seperti hutan karena memiliki bobot yang lebih ringan dari Main Battle Tank.

*Foto cover: Marine Assault Vehicle ZAHA (@FNSS)