Rusia Pasang Rudal Bastion Silo di Crimea

Rusia memasang rudal mobile ke Silo bawah tanah

Rusia akan menyebarkan rudal darat ke kapal berbasis silo, Bastion, di Semenanjung Krimea pada tahun 2020, ujar kantor berita Interfax di Moskow Kamis, 2 Juli 2015. Sistem rudal baru akan diposisikan di wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana Kremlin untuk meningkatkan keamanan di wilayah Laut Hitam.

Penyebaran sistem rudal pesisir akan dilakukan tiga bulan setelah Rusia menempatkan sistem antimisil di Crimea.

Semenanjung Krimea merupakan wilayah Ukraina yang dianeksasi oleh Federasi Rusia Maret 2014. Tindakan itu dikecam oleh banyak pemimpin dunia, serta NATO, sebagai pengambilalihan ilegal wilayah Ukraina.

Infrastruktur rudal Bastion yang berbasis silo secara signifikan akan meningkatkan kemampuan sistem militer di Crimea. Sebuah silo rudal berbentuk struktur silinder vertikal, yang dibangun di bawah tanah untuk menyimpan dan meluncurkan rudal balistik antarbenua.

K-300P Bastion-P (NATO menyebutnya SSC-5) adalah sistem rudal pertahanan generasi terbaru Rusia di wilayah pesisir.

Peluncur Bastion-P membawa dua rudal jelajah anti kapal P-800 Oniks / Yakhont (SS-N-26 Strobile). Rudal ini memiliki jangkauan 300 km dengan lintasan penerbangan hi-low dan 120 km dengan lintasan penerbangan low -low.

Kendaraan TEL (Transporter Erector Launcher) dapat meluncurkan rudal dalam waktu 5 menit saat traveling. Kendaraan memiliki konfigurasi peluncuran vertikal. Kendaraan ini dapat meluncurkan rudal kedua dengan interval waktu singkat 2-5 detik antara peluncuran.

Armyrecognition.com