Menolak Tawaran Bailout, Karena Mempermalukan Negara

Rakyat pendukung yang menolak dana talangan tumpah ruah di depan gedung parlemen setelah pengumuman hasil referendum di Athena, 6 Juli 2015. Hasil referendum menyatakan 61% warga Yunani menolak kesepakatan utang. AP/Emilio Morenatti
Rakyat pendukung yang menolak dana talangan tumpah ruah di depan gedung parlemen setelah pengumuman hasil referendum di Athena, 6 Juli 2015. Hasil referendum menyatakan 61% warga Yunani menolak kesepakatan utang. AP/Emilio Morenatti

Rakyat Yunani telah mengambil sikap atas tawaran bailout internasional sebagai solusi kebangkrutan negara tersebut melalui referendum. Hasil final referendum menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Yunani memilih “No” alias menolak tawaran bailout tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Yunani pada Minggu malam waktu setempat, 5 Juli 2015, mengumumkan sebanyak 61,3 persen rakyat Yunani memilih “No”, sementara 38,7 persen lainnya memilih “Yes”.

Hasil ini sesuai dengan sikap yang dikampanyekan partai pemerintah Yunani, Syriza, yang menyatakan bahwa bailout akan mempermalukan negara tersebut. Di sisi lain, pihak oposisi memperingatkan bahwa penolakan ini akan membuat Yunani dikeluarkan dari zona Eropa. Pertemuan pemimpin Eropa dijadwalkan digelar pada Selasa mendatang.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tripas menyebutkan bahwa rakyat Yunani telah menjatuhkan pilihan pada Eropa yang memiliki solidaritas dan demokrasi. “Mulai besok, Yunani akan kembali ke meja perundingan,” ujar Tripas kepada media lokal setelah hasil voting keluar. “Prioritas utama kami adalah mengembalikan stabilitas keuangan negara.”

Tripas berujar, rakyatnya telah mengambil pilihan yang berani. Mandat rakyat tersebut, ujar Tripas, akan dia gunakan untuk menguatkan posisi negosiasi demi mengeluarkan Yunani dari ancaman kebangkrutan.

Setelah voting, rakyat Yunani berpesta dan merayakan hasil tersebut. Mereka bersorak karena menganggap hasil referendum ini menunjukkan demokrasi telah menang di tanah para dewa.

Yunani berada di ambang kebangkrutan setelah gagal membayar utang sebesar 1,6 miliar euro atau sekitar Rp 23,6 triliun kepada Lembaga Moneter Internasional (IMF). Program penjaminan negara itu sudah berakhir dan sebentar lagi akan keluar dari zona euro. Bailout internasional ditawarkan untuk menyelamatkan Yunani, tapi keputusan menerima atau menolak paket utang itu diserahkan ke tangan rakyat.

Segera setelah penolakan rakyat Yunani, pasar saham Asia langsung terimbas dengan menurunnya indeks saham.

Tempo.co

Sharing

Tinggalkan komentar