Astronom Temukan Lubang Hitam Super Masif

lustrasi lubang hitam supermasif. NASA/ESA

Washington DC – Para astronom telah menemukan bukti populasi lubang hitam supermasif yang tersembunyi di alam semesta. Menggunakan pengamat satelit Nuclear Spectroscopic Telescope Array (NuSTAR) milik NASA, tim ilmuwan internasional itu mendeteksi sinar-x energi tinggi dari lima lubang hitam supermasif yang sebelumnya terhalang dari pandangan oleh debu dan gas.

Penelitian yang dipimpin oleh astronom di Universitas Durham, Inggris, itu mendukung teori bahwa jutaan lubang hitam supermasif eksis di alam semesta, tetapi tersembunyi dari pandangan. Temuan itu dipresentasikan pada Pertemuan Astronomi Nasional Royal Astronomical Society, di Llandudno, Wales, Senin, 6 Juli 2015.

Para ilmuwan mengarahkan NuSTAR pada sembilan calon lubang hitam supermasif tersembunyi yang dianggap sangat aktif di pusat galaksi. Sinar-x energi tinggi menemukan lima lubang hitam yang menegaskan bahwa mereka terhalang oleh debu dan gas.

Lima lubang hitam ini lebih terang dan lebih aktif daripada yang diperkirakan sebelumnya saat mereka dengan cepat memakan materi sekitarnya dan memancarkan sejumlah besar radiasi.

Pengamatan seperti itu tidak mungkin dilakukan sebelum NuSTAR, yang diluncurkan pada tahun 2012 dan mampu mendeteksi sinar X jauh lebih tinggi dari observatorium satelit sebelumnya.

Penulis utama George Lansbury, seorang mahasiswa pascasarjana di Centre for Extragalactic Astronomy di Durham University mengatakan, “Untuk waktu yang lama kami tahu tentang lubang hitam supermasif yang tidak tertutup oleh debu dan gas, tapi kami menduga bahwa masih banyak lagi yang disembunyikan dari pandangan kami.”

Penelitian ini didanai oleh Science and Technology Facilities Council (STFC) dan telah diterima untuk publikasi dalam The Astrophysical Journal.

Tempo.co