Malaysia Terpapar Krisis Ekonomi Yunani

image

Ketidakpastian akibat krisis di Yunani, telah berdampak pada pasar saham dan keuangan Asia. Malaysia sudah merasakan gejolak terhadap ringgit, yang turun ke posisi terendah dalam 16 tahun terakhir.

Dilansir dari laman The Star, ringgit Malaysia berada pada tingkat krusial 3.80 dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS), untuk pertama kalinya sejak dihentikannya pengaitan ringgit ke dolar AS, satu dekade silam.

Ringgit pernah dikaitkan dengan tingkat 3.80 terhadap dolar sejak 1998, yang menjadi puncak krisis keuangan Asia, hingga 2005. Pukulan kuat juga mendera pasar saham Malaysia, dengan indeks anjlok 17,19 poin.

Gejolak juga terjadi di pasar saham dan keuangan Asia lainnya, setelah publik Yunani memilih menolak tuntutan kreditor untuk pengetatan anggaran, sebagai syarat pemberian dana talangan.

Di Malaysia dampak krisis Yunani diperburuk, oleh ketidakjelasan politik yang dipicu laporan Wall Street Journal (WSJ), tentang dugaan korupsi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Viva.co.id

Sharing

Tinggalkan komentar