Suriah: Dukungan Indonesia Sangat Berarti

Ibu negara Suriah Asmaa al-Assad dan istri Duta Besar (Dubes) RI untuk Suriah, Rosa Triana Harjanto. (Kemlu)

Damaskus – Pemerintah Suriah, melalui Ibu Negara mereka Asmaa al-Assad mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan Indonesia. Salah satu bentuk dukungan yang diperlihatkan Indonesia, adalah tetap membuka kedutaan di Damaskus.

Indonesia merupakan segelintir negara yang masih membuka kedutaan di Damaskus. Semenjak konflik di Suriah pecah empat tahun lalu, beberapa negara mulai menutup kedutaan mereka di negara tersebut. Selain Indonesia, dua negara lainnya, Rusia dan Iran masih membuka kedutaan mereka di Damaskus.

Ucapan terima kasih tersebut, menurut rilis yang diterima Sindonews dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Damaskus pada Rabu (8/7/2015), terucap ketika Asmaa melakukan pertemuan dengan istri Duta Besar (Dubes) RI untuk Suriah, Rosa Triana Harjanto di kantor Ibu Negara Suriah di daerah Qasiyoun Damaskus.

Pada pertemuan tersebut Rosa menyampaikan bahwa Indonesia akan terus mendukung penyelesaian konflik dengan damai di Suriah. Maka dari itu, Indonesia tetap mempertahankan KBRI dan Duta bBesarnya di Damaskus meskipun di tengah kecamuk peperangan dan krisis yang melanda

“Sahabat yang baik tentu tidak akan meninggalkan temannya yang sedang kesulitan,” kata Rosa yang mengutip perkataan suaminya, Djoko Harjanto.

Sementara itu, Asmaa mengungkapkan bahwa sudah cukup lama tidak bertemu dengan istri seorang duta besar di Damaskus. Oleh karena itu dirinya mengapresiasi setinggi-tingginya dukungan dan sikap politik Indonesia terhadap konflik di Suriah, terutama dengan kehadiran istri Duta Besar di negara akreditasi.

Di kesekmpatan yang sama, Asmaa juga mengatakan bahwa kehancuran Suriah diakibatkan oleh kelompok ekstrimis yang sama sekali tidak merepresentasikan nilai-nilai Islam. “Islam mengajarkan nilai-nilai toleransi bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bagi Muslim,” tegas istri Bashar al-Assad tersebut.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu diakhiri dengan harapan agar Suriah semakin aman dan membaik. Sehingga Dubes, staf, dan seluruh warga Indonesia dapat kembali bebas bergerak dan mengunjungi tempat wisata, seperti Aleppo, Homs, Palmyra, dan tempat-tempat eksotis lainnya di Suriah.

Beberapa waktu lalu, faksi garis keras di Israel menuntut pemerintahnya untuk melegalkan pendudukan Israel di dataran tinggi Golan, dengan alasan Suriah telah menjadi negara gagal dan terpecah minimal menjadi tiga bagian.

Namun tak lama kemudian Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dukungan Rusia ke Bashir Al Assad yang memimpin Suriah tidak berubah dan tetap solid.

Sindonews.com