Meski Ada “Shinkansen”, KA Biasa JKT – Bandung Tetap Operasi

Jakarta – Pemerintah akan tetap mengoperasikan kereta api jarak jauh Jakarta-Bandung meskipun nanti kereta api super cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi. Pemerintah menargetkan pembangunan proyek dimulai pada 2016 sehingga bisa selesai sebelum 2019.

“Yang tradisional jalan terus, tetapi ini yang kecepatannya ke Bandung cuma 36 menit. Rata-rata 30 menit sampai Bandung,” kata Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Tekait pembangunan proyek kereta cepat atau Shinkansen, pemerintah akan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Namun sejauh ini pemerintah masih menimbang investor mana yang akan dipilih dalam menggarap proyek tersebut.

Sofjan menyampaikan bahwa pemerintah masih membandingkan mana yang terbaik di antara Jepang dan Tiongkok dari segi teknis maupun dari segi finansial.

Hari ini, utusan khusus Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yakni Hiroto Izumi menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas rencana kerjasama proyek shinkansen. Sebelum bertemu Wapres, Utusan PM Jepang menemui Presiden Joko Widodo. Menurut Sofjan, Jepang menawarkan kepada pemerintah RI investasi yang nilainya kurang lebih Rp 60 triliun untuk pembangunan shinkansen Jakarta-Bandung.

Sekretaris Wapres Mohamad Oemar menyampaikan bahwa suku bunga yang ditawarkan Jepang di bawah 0,5 persen. Di samping proyek kereta cepat, dalam pertemuan siang tadi pemerintah Jepang turut membahas rencana pembangunan proyek infrastruktur lainnya, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang.

Kompas.com