Rudal Tiongkok Bisa Mencapai Australia

Salah satu kapal Angkatan Laut Tiongkok (reuters)

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menolak untuk memberikan tanggapan mengenai peringatan bahwa rudal jarak jauh Tiongkok dan kekuatan angkatan laut negeri itu sekarang bisa mencapai Australia.

Sebuah laporan bersama yang dibuat oleh Australian National Uniiversity dan Pusat Studi Strategi dan Internasional yang berbasis di Washington menyebutkan bahwa tindakan Beijing di Laut Tiongkok Selatan semakin mengkhawatirkan, dan soal kemungkinan Australia masuk dalam konflik militer di kawasan tersebut.

“Operasi Tiongkok di Lautan India menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi Australia,” tulis laporan tersebut.

“Letak geografis Australia yang terpencil sudah lama menjadi salah satu aspek pertahanan terkuatnya, seperti juga Amerika Serikat.”

“Namun, kekuatan Angkatan Laut Tiongkok meningkat, dan rudal jarak jauhnya membuat Canberra sekarang berada dalam jangkauan Tentara Rakyat Tiongkok.”

Namun, Perdana Menteri Tony Abbott menolak memberikan komentar mengenai isi laporan tersebut.

“Saya senang bahwa hubungan persahabatan kami dengan Tiongkok semakin menguat sejalan dengan waktu,” katanya kepada wartawan.

“Saya lebih ingin fokus pada kekuatan persahabatan dibandingkan berbicara mengenai kemungkinan yang akan dan bisa terjadi pada tahun-tahun mendatang.”

“Kami memiliki hubungan dekat, termasuk hubungan keamanan dengan Amerika Serikat, hubungan yang kuat dengan Tiongkok, hubungan keamanan yang kuat dengan Amerika Serikat. Ini adalah cara terbaik guna memastikan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di kawasan ini,” kata PM Abbott.

Laporan berjudul “Aliansi ANZUS di Asia yang Terus Menanjak” dikeluarkan pada Senin (13/7/2015), dan muncul bersamaan dengan latihan militer bersama Amerika Serikat dan Australia yang diberi nama Talisman Sabre.

Latihan militer ini akan melibatkan 30.000 personel dari Australia, Amerika Serikat, dan untuk kali pertama, Jepang.

Australia Plus ABC / Kompas.com