Helikopter Termurah di Dunia, Siap Produksi

Helikopter Super Ringan Afalina, Rusia

Anda ingin memiliki helikopter ?. Impian anda mungkin segera terkabul. Perusahaan helikopter Rusia meluncurkan helikopter termurah di dunia. Helikopter yang diberinama Afalina ini, memiliki harga setengah dari harga helikopter termurah yang kini ada di pasaran. Helikopter ini didesain untuk menggunakan bahan bakar mobil dan akan diproduksi pada awal tahun 2016.

Helikopter Afalina pertama kali diperkenalkan di pameran helikopter internasional HeliRussia 2015 yang berakhir Sabtu (11/7) lalu. Perusahaan HeliWhale dari Kemerovo, Siberia memamerkan helikopter super ringan Afalina (Lumba-lumba Hidung Botol) Berkursi ganda. Pengembang kendaraan baru ini menggarisbawahi keunikan produk ini, namun para pakar skeptis akan ide mengenai helikopter ‘terjangkau’ ini.

Seperti yang diterangkan oleh pihak pengembang, mereka hendak mempersembahkan hasil karya mereka kepada masyarakat dan akan melakukan modifikasi berdasarkan kritik dan saran dari pengunjung.

Posisi baling-baling di helikopter super ringan ini, mempermudah pilot untuk mengendalikan helikopter di wilayah pegunungan, tahan menghadapi hembusan angin lateral, tidak bising, serta tak membutuhkan arena lepas landas dan mendarat yang terlalu besar.

Speed-baby
Pengembang Afalina menyebutkan bahwa helikopter ini memiliki sistem kontrol baling-baling koaksial baru yang membuat helikopter dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

Bahan bakar Afalina ialah bensin mobil biasa. Helikopter yang memiliki sistem pemanas dan ventilasi di kabin ini dibanderol dengan harga cukup rendah, yakni 120 ribu dolar AS atau Tp 1,5 miliar. Menurut pihak HeliWhale, pesawat ini cocok untuk digunakan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia, pekerja agrikultur, sekolah penerbangan, ambulans udara, dan lain-lain.

Pabrik untuk memproduksi helikopter super ringan ini sudah dibangun di Kemerovo dan memiliki kapasitas produksi 10-15 helikopter per tahun. Pembeli akan menerima helikopter dalam bentuk siap rakit. Hal ini membuat helikopter dapat dijual murah dan menjamin peluncuran seri produksinya.

“Sekarang ini tak ada pabrik lain yang memproduksi pesawat sekelas Afalina, bahkan pesawat bekursi ganda Robinson masih lebih berat dari Afalina, dan ia menggunakan mesin yang sangat berbeda,” kata Direktur Jenderal HeliWhale Jacov Kolesnik pada RBTH. Helikopter Robinson Amerika juga jauh lebih mahal, yakni dibanderol seharga 300 ribu dolar AS.

“Helikopter kami menggunakan mesin impro Rotax dan harganya separuh dari helikopter Robinson. Kami akan segera mencari mesin produksi domestik untuk menggantikan mesin impor tersebut. Selain mesin, semua suku cadang helikopter buatan domestik dan kami hendak memproduksinya sendiri,” kata Kolesnikov.

Prototipe terbang satu-satunya milik HeliWhale akan segera melakukan uji coba ketahanan.

Helikopter ‘Terjangkau’
Pihak pengembang mengaku helikopter mereka telah dipesan oleh Australia, AS, dan Eropa. Negara-negara tersebut memiliki regulasi ruang udara yang lebih longgar. Sementara, Rusia merupakan salah satu negara yang tak memiliki ruang udara bebas di bawah ketinggian 300 meter. Pesawat dan helikopter harus terbang di atas level tersebut dan terintegrasi dengan lalu lintas udara. Untuk menjadi anggota penuh lalu-lintas udara, sebuah produk harus melalui prosedur sertifikasi.

Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Take-off Vladimir Shcherbakov skeptis terhadap ide ‘helikopter populer’ di Rusia. “Realisasi proyek ini membutuhkan investasi, sedangkan penjualan helikopter akan membutuhkan uang yang lebih banyak dibanding investasi pada pengembangan dan produksinya. Selain itu, mereka juga harus menyediakan jasa purna-jual. Perusahaan kecil akan kesulitan menyajikan hal tersebut secara efektif, misalnya di negara atau kota-kota berbeda. Mereka akan bangkrut,” kata Shcherbakov.

“Kehadiran helikopter super ringan tentu menarik, tak hanya bagi masyarakat perkotaan, tapi juga masyarakat pedesaan, misalnya untuk para petani yang hendak terbang ke wilayah lain. Namun, kita tak punya infrastruktur, dan harga bahan bakar sangat mahal. Helikopter ini dibanderol dengan harga murah, tapi biaya perawatannya mahal, sehingga masyarakat awam sepertinya tak mampu membelinya,” kata Shcherbakov.

Spesifikasi:
Mesin: Rotax 914 UL.
Berat kosong: 260 kg
Berat lepas landas: 495 kg
Kecepatan terbang maksimum di level darat: 250
Kecepatan terbang maksimum di level jelajah: 200
Jangkauan maksimum: 700 km
Konsumsi bahan bakar: 18-22 liter per jam
Kapasitas tank: 60 liter

Indonesia.rbth.com