Pabrik Kapal Catamaran Incat Investasi di Indonesia

Incat - is a world leader in the research, development and construction of high speed vessel solutions for governments, private operators and militaries
Incat – is a world leader in the research, development and construction of high speed vessel solutions for governments, private operators and militaries

Jakarta – Produsen kapal Catamaran Australia, Incat, akan berinvestasi di Indonesia untuk mengembangkan produksi galangan kapal dengan nilai investasi hingga US$50 juta.

Presiden Direktur PT Indocat Jayamahe Kris H. Sulisto selaku perwakilan Incat di Indonesia mengatakan pihaknya tidak akan membuka galangan kapal baru, melainkan mengembangkan galangan kapal yang sudah ada dalam hal pelatihan sumber daya manusia serta teknologi dalam memproduksi kapal yang berbasis aluminium.

“Galangan kapal sudah banyak, ada 250 lebih. Kalau dibikin lagi nanti tidak terpakai. Kami fokus di training dan teknologi untuk membangun kapal, karena secara teori kebutuhannya banyak,” ujarnya, Kamis, 30 Juli 2015.

Dia mengatakan pihaknya diminta pemerintah untuk mendukung program poros maritim yang membutuhkan kapal modern dalam jumlah banyak. Diperkirakan realisasinya paling lambat tahun depan.

“Besok kami juga akan menghadap ke Menteri Maritim, mau tahu dari Pak Menko, kebutuhannya kapan. Kami harap bisa tahun ini,” tambahnya.

Kapal Catamaran Incat Australia
Kapal Catamaran Incat Australia

Dia menjelaskan pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan galangan kapal lokal yang ada di Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur serta Makassar. “Sebetulnya bangunnya bisa di mana saja. Karena ini aluminium, enteng, dan bisa diangkat,” katanya.

Menurutnya, saat ini kapal yang dibangun di Indonesia hampir seluruhnya masih berbentuk monohull atau kapal dengan satu lambung. Kapal yang ingin mereka kembangkan ialah katamaran berkecapatan tinggi yang bisa mencapai 50 knot.

“Catamaran itu dua kakinya, jadi ada rongga di tengah. Karena ini high speed, dia potong permukaan airnya, sehingga kapalnya stabil,” jelasnya.

Tempo.co

Sharing

Tinggalkan komentar