Helikopter Militer AS Jatuh Saat Latihan

Helikopter militer AS jatuh saat latihan di perairan sebelah timur Okinawa, melukai enam orang. (Reuters/Kyodo)
Helikopter militer AS jatuh saat latihan di perairan sebelah timur Okinawa, melukai enam orang. (Reuters/Kyodo)

Sebuah helikopter militer Amerika Serikat jatuh di perairan Okinawa, Jepang, dalam sebuah misi latihan pada Rabu (12/8), melukai enam orang. Pemerintah Jepang langsung melakukan penyelidikan dan langkah-langkah pencegahan.

Diberitakan Reuters, helikopter militer jenis H-60 itu sebelumnya rusak akibat pendaratan yang keras di atas kapal perang USNS Red Cloud, sekitar 20 kilometer sebelah timur Okinawa, seperti disampaikan oleh pernyataan pemerintah Jepang dan angkatan bersenjata AS.

Bangkai helikopter itu saat ini berada di dek USNS Red Cloud dan mereka yang terluka telah dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan laut di Kamp Foster.

Insiden ini menambah satu lagi tragedi yang melibatkan pesawat militer AS pekan ini. Sebelumnya Selasa kemarin jet tempur F-16 AS jatuh di Jerman saat sedang latihan.

Peristiwa di Okinawa ini terjadi di tengah dimulainya perundingan antara Tokyo dengan pemerintah daerah soal relokasi pangkalan udara AS ke wilayah yang sepi penghuni.

Perundingan ini dipicu oleh protes warga Okinawa yang mulai resah dengan keberadaan puluhan ribu pasukan AS dan instalasi militernya yang memakan porsi 18 persen dari pulau di selatan Jepang itu.

Banyak warga mengeluhkan tingginya tingkat kecelakaan, kriminalitas dan polusi akibat tentara AS.

Awal bulan ini pemerintah pusat menangguhkan pembangunan fasilitas pengganti bagi pangkalan udara Futenma selama sebulan untuk memberi waktu bagi perundingan Tokyo dan Okinawa.

Gubernur Okinawa Takeshi Onaga berhasil menarik hati masyarakat dengan mengatakan bahwa pemerintahan Shinzo Abe telah meremehkan keluhan warga.
Pemerintah Jepang telah meminta untuk dilakukan penyelidikan terkait kecelakaan helikopter tersebut.

“Pemerintah Jepang telah meminta AS untuk berbagi informasi, mencari tahu penyebab kecelakaan dan mencegah hal serupa terjadi lagi,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga.

CNN Indonesia

Sharing

Tinggalkan komentar