Kenangan Seorang Pejuang

70 Tahun sudah usia Negeriku Indonesia. Manis, Asam, Pahit, Getir kehidupan berbangsa dan bernegara telah aku rasakan. Kini usiaku saja sudah 88 tahun (lahir 15 Juli 1927). Sebagai wujud tanggung jawabku untuk menjaga Ibu Pertiwi aku bahkan rela meninggalkan pekerjaanku sebagai pegawai jawatan kereta api untuk bergabung dengan laskar pejuang.

Foto kenangan masa mudaku

Semenjak bergabung dengan laskar pejuang hingga menjadi anggota TNI AU, berbagai front pertempuran dan penugasan Operasi telah aku lalui. Diantara Front Pertempuran dan penugasan Operasi itu adalah pertempuran melawan Agresi Militer Belanda I & II, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja, dll. Namun dari seluruh front pertempuran yang paling berat aku jalani sesungguhnya adalah Operasi Penumpasan Gerakan Pengacau Keamanan karena aku harus menghadapi saudaraku sebangsa dan setanah air.

Ijazah dari Jawatan Kereta Api Penjajahan Jepang (th 1943)

Kekecewaan sebagai dampak perlakuan yang tidak adil, terpinggirkan, ditinggalkan bahkan hingga dikorbankan untuk kepentingan golongan/Partai/Sektarian tertentu menjadi cikal bakal pemberontakan dari dalam negeri yang mengakibatkan pertumpahan darah, perang Saudara sendiri.

Surat Commando Front Sector Barat Tanda Anggota Pasukan

Aku termasuk beruntung, dengan hanya berbekal ijazah HIS aku masih dapat pensiun hingga berpangkat Mayor, sekalipun aku meniti karir di dunia kemiliteran sejak menjadi laskar. Di tahun-tahun akhir masa pengabdianku di militer aku mulai dipercaya untuk melatih tentara profesional TNI AU. Kini di usiaku yang sudah memasuki masa senja aku boleh berbangga karena anak-anak didikku telah banyak yang menjadi perajurit profesional,komandan pasukan hingga komandan Pangkalan dan juga menjadi pilot tempur hingga pilot penerbangan sipil baik di maskapai dalam negeri hingga luar negeri dan merekapun masih sering mengadakan reuni.

Pesanku kepada generasi penerus Bangsa : Perjuangan belum berakhir dan tidak akan pernah berakhir, Janganlah korupsi karena akan merusak, Berlakulah adil terhadap bangsamu dan jangan ada yang dipinggirkan dan ditinggalkan, Tentara Profesional haruslah berdiri tegak sebagai pembela Bangsa dan Negara tidak boleh menjadi milik golongan/partai/sektarian tertentu karena akan menghancurkan negara. Perhatikanlah kesejahteraan Perajurit dan Veteran. Alutsista Negara harus mumpuni karena tantangan peperangan masa depan jauh lebih berat. Akhir kata Dirgahayu Negeriku ke-70 Tahun dan Jayalah Bangsaku, Merdeka…Merdeka…Merdeka !!! (Mayor (Purn) TNI AU Wahjoedi).

Pasukan Pertahanan Pangkalan Halim Perdana Kusuma & Margahayu Pasukan Pertahanan Pangkalan Halim Perdana Kusuma & Margahayu Siap melalukan infiltrasi (Operasi Trikora) Siap melalukan infiltrasi (Operasi Trikora) Bersiap melaksanakan serbuan Pelatihan Isteri Perajurit (Operasi Dwikora) Siap menganjang musuh Aku dan anak-anak didikku Latihan Tempur Pertahanan Pangkalan Piagam Penghargaan Piagam Penghargaan

Diposkan : Ayoeng – Biro Semarang