Indonesia Siap Membangun PLTN

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir India-Rusia
Jakarta – Sumber daya manusia Indonesia siap untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir, ujar Team Leader dari IAEA Integrated Regulatory Review Services (IRRS) Mission, Carl-Magnus Larsson.

“Indonesia telah mengoperasikan reaktor nuklir selama beberapa dekade, dan ini merupakan bukti keberadaan reaktor tenaga nuklir eksperimental,” ujar Larsson dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2015.

Larsson mengungkapkan tentang experimental GA Siwabessy Multipurpose Reactor yang terletak di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Larsson mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir membutuhkan waktu 10 tahun untuk kemudian terhubung ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali.

“Oleh karena itu, menurutnya persiapan harus dilakukan sesegera mungkin.

Dari review-nya Larsson menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang handal. Tim dari IRRS Mission ini berkunjung ke Indonesia 12 hari dan mengatakan tidak ada catatan buruk mengenai pengawasan nuklir di Indonesia.

Review dari IRRS ini adalah hanya memberikan saran dan rekomendasi, terkait pentingnya kordinasi kebijakan nasional dan langkah strategis antara Badan Tenaga Atom (Batan) dan institusi lainnya.

Sehubungan dengan adanya suara penolakan terhadap rencana untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir, Larsson berkeyakinan masalah ini dapat diatasi dengan sosialisasi yang positif dan strategi Politik yang jelas.

“Aspek yang paling penting adalah transparansi antara semua,” ujar Larsson menekankan.

Kepala Bapeten, Jazi Istiyanto, mengaku sulit untuk memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, jika harus menunggu 100 persen persetujuan masyarakat.

“Hasil survei menunjukkan tingkat persetujuan rakyat untuk pembangkit listrik tenaga nuklir telah mencapai 72 persen, dan saya berpikir mengapa tidak kita mulai saja. Jika Kami menunggu persetujuan 100 persen, mungkin Cadangan uranium kami telah habis untuk menunggu persetujuan itu “tambah Istiyanto.

Antara News