DPR : Anggaran Infrastruktur Kapal Selam Jangan Mandeg

Surabaya – Komisi I DPR mendorong pembangunan infrastruktur kapal selam yang rencananya dibangun di galangan kapal PT PAL, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengatakan dorongan ini diperuntukkan untuk Kementerian Pertahanan agar tidak terjadi kemandekan anggaran untuk pembangunan tersebut.

“Kita ke sini karena PT PAL sedang menggarap beberapa infrastruktur alutsista kita, terutama kapal permukaan laut maupun kapal selam dan kita telah mendengar adanya permasalahan anggaran,” ucap Hanafi yang menjadi juru bicara saat kunjungan ke PT PAL Indonesia bersama 17 anggota Komisi I di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/9).

Seperti dilansir Antara, Hanafi menerangkan, kunjungan itu sengaja dilakukan untuk melihat proses perencanaan lanjutan dengan mengevaluasi kerja sama yang dilakukan PT PAL Indonesia bersama Korea Selatan dalam pembangunan kapal selam ini.

“Salah satu yang menjadi pembahasan dalam kunjungan ini, bagaimana PT PAL, Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI bisa sinkron atau sesuai dengan visi misi presiden yang ingin menjadikan negara ini sebagai poros maritim,” ucapnya.

Terkait dengan Korea Selatan, Hanafi meminta agar PT PAL Indonesia mengevaluasi kembali pola kerja sama yang dilakukan dalam hal modernisasi kapal selam, sehingga kerja sama yang telah lama dibina tidak terkendala masalah teknis.

“Kita minta klarifikasi dan evaluasi terkait update terbaru kerja sama dengan Korea Selatan, yakni terkait bagaimana proses modernisasi kapal selam yang selama ini terjalin,” tukasnya.

Sebelumnya, PT PAL mengajukan anggaran melalui Penyertaan Modal Negara (PNM) sebesar Rp 1,5 triliun untuk pembangunan tiga unit kapal selam, ditambah beberapa infrastruktur lainnya.

Hanafi menjelaskan selain penggunaan PNM ada cara lain yang bisa dijadikan sebagai modal anggaran pembangunan infrastruktur tersebut, seperti melalui kredit ekspor atau instrumen pembayaran lain.

“Kalau dengan PNM harus jelas laporan, dan masih banyak alternatif pembiayaan lainnya. Sebab dua bulan ke depan kita masih membahas masalah anggaran untuk tahun depan. Ssaat ini harus ada kepastian dulu dan jangan sampai masalah anggaran mengorbankan apa yang sudah berjalan,” tuturnya.

Merdeka.com