Kapal Selam Nuklir Rusia Berlayar ke Suriah

Moskow  –  Kapal selam terbesar di dunia, Dmitri Donskoy (TK-208), NATO: Topan, telah berlayar ke Mediterania dan menuju pantai Suriah. Aktivitas kapal selam ini, baru-baru ini dilaporkan Debkafile secara eksklusif dari sumber-sumber militer dan intelijen.

Kapal selam ini mengangkut 20 rudal balistik antar benua, ICBM Bulava (NATO-kode SS-N-30), dan 200 hulu ledak nuklir. Setiap rudal ICBM Bulava memiliki jangkauan 10.000 km, yang membawa hulu ledak nuklir MIRV 6-10.

Kapal Selam Rusia ini berlayar dari dasar Laut Utara pada 4 September 2015, dikawal dua kapal anti-kapal selam. Kedatangan mereka ke tempat tujuan di Suriah diperkirakan dalam 10 hari, untuk melakukan penyebaran militer baru Rusia di Suriah.

Tindakan Presiden Vladimir Putin yang membawa kekuatan nuklir ke pantai Suriah, berlawanan dengan apa yang pertama ia bangun, yakni seperti sebuah operasi untuk membentengi rezim Assad di Damaskus dalam ekspedisi militer yang mampu mengkonfrontasi kekuatan udara dan laut AS di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada 5 September, menyatakan keprihatinan atas laporan “peningkatan pembangunan militer Rusia di Suriah” yang disampaikan dengan dalam panggilan telepon kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Departemen Luar Negeri AS melaporkan: “Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa jika laporan tersebut akurat, tindakan ini bisa meningkatkan konflik lebih lanjut dan menyebabkan kerugian yang lebih besar dari kehidupan yang tidak bersalah, meningkatkan arus pengungsi dan resiko konfrontasi di Suriah.”

Namun Rusia menyatakan kedatangan militernya ke Suriah, untuk ikut memerangi ISIS yang merongrong kedaulatan pemerintahan yang sah di Suriah.

Suara Harapan