Darurat Asap, Presiden Minta Tambahan Pasukan TNI

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta Panglima TNI dan Kepala Kepolisian untuk menambah jumlah pasukan menyusul status darurat asap yang berlaku di Riau. Presiden juga menginstruksikan kementerian terkait untuk segera mengambil langkah antisipasi.

“Saya meminta kepada Pangima TNI dan Kapolri untuk menambah bantuan pasukannya untuk membantu memadamkan api di lapangan,” kata Jokowi di sela-sela kunjungan di Qatar, Senin, 14 September 2015.

Selain itu, Presiden juga menginstruksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB dan Kepala-Kepala Daerah terkait untuk segera melakukan koordinasi dan mengambil langkah yang diperlukan guna mengatasi masalah yang muncul. “Saya minta secara lebih cepat melakukan langkah terkoordinir dan memobilisasi semua kapasitas yang ada,” kata Jokowi.

Presiden misalnya meminta pemda setempat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada warga di lokasi kebakaran hutan.

Jokowi juga memerintahkan penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap terjadinya kebakaran hutan. Sikap tegas yang diambil termasuk pencabutan izin hak pengelolaan hutan yang diberikan pemerintah. “Sekali lagi saya ingin tegaskan bahwa tindakan hukum akan diambil dengan sangat tegas,” katanya.

Hari ini pemerintah menyatakan Provinsi Riau sebagai daerah darurat asap. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan langkah-langkah penanganan sudah dilakukan sebagai antisipasi.

Siti mengatakan berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang hari ini meninjau Riau, kabut asap datang dari arah Selatan yaitu Jambi dan Sumatera Selatan. Untuk memperkuat penanganan kebakaran lahan dan hutan, sebanyak 1.050 prajurit TNI sudah dikerahkan di lapangan.

Tempo.co