Pembebasan Sandera di Hutan Papua Nugini

Jakarta – Ngadiri alias Dirman dan Badar sudah bisa tenang karena mereka berada di tangan yang aman, ujar KJRI Vanimo, perwakilan RI di Papua Nugini (PNG). Sebelumnya, selama enam hari, disandera kelompok bersenjata dan dibawa berpindah-pindah ke lokasi di hutan di PNG.

“Mereka tidak mendapatka kekerasan fisik. Hanya saja kakinya terluka karena sempat jatuh di hutan,” jelas Kepala KJRI Vanimo Elmar Lubis saat berbincang dengan detikcom, Jumat (18/9/2015).

Mereka juga tak tahu ada berapa yang menyandera. Mereka masih belum banyak bercerita karena masih trauma.

“Ya mereka tidak hapal yang menyandera. Mereka masih trauma, namanya enam hari disandera,” tambah Elmar.

Para penyandera kelompok bersenjata itu diketahui disergap pasukan PNG di hutan. Para pelaku kabur, dan dua WNI selamat.

“Sekarang dua WNI ini sudah aman. Nanti siang akan kami bawa ke perbatasan untuk diserahkan ke Pangdam Cendrawasih,” tutup dia.

Minimum Force
Minimum Force. Itulah pesan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi saat dilakukan upaya pembebasan dua WNI, Dirman dan Badar, dari kelompok bersenjata di Papua Nugini. Negosiasi menjadi senjata utama.

“Message dari Bu Menteri, selamatkan kedua WNI dan menggunakan minimun force. Alhamdulillah, tidak luka hanya jatuh sehingga ada sedikit luka di kaki. Mereka berhasil dapatkan kedua WNI dari pihak pelaku. Memang dari awal mereka akan mengedepankan negosiasi dan persuasi. Mereka tentaranya standby tapi tidak gunakan kekerasan,” kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir usai jumpa pers di Gedung Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Ada baku tembak, Pak? “Itu informasi yang tidak saya terima karena sekarang dibriefing,” jawab Arrmanatha.

Ketika ditanya tentang keterlibatan TNI dalam upaya penyelamatan sandera, Arrmanatha mengatakan TNI baru akan dimintai bantuan setelah penyelamatan gagal.

“Ini kejadian di PNG. Dari awal kita koordinasi dan mereka mengatakan akan usaha semaksimal mungkin kalau tidak sanggup baru minta bantuan Pemerintah RI. “TNI standby dan tidak masuk PNG. Prosesnya dari selasa. Janjian sama pihak yang menculik namun batal terjadi terus berulang sampai kemarin akhirnya tentara PNG mengumbar mencari ke dalam (hutan),” ujar Arrmanatha.

Detik.com