Mencipta Hujan Pembangunan di Palembang

Kota Palembang

Saya bukan mau membanggakan Sumatera Selatan, tapi ini kenyataan…
Tahun 1996-2003, Palembang seperti kota terbelakang. Masih inget ane di bawah jembatan Ampera sembrawut dan bau ikan. Jakabaring sepi sunyi dipenuhi rumput liat dan kobangan air. Mal saja cuma ada dua: IP ma DIKA doang. hahahhahah ^_^

Tiba-tiba Palembang ditunjuk jadi tuan rumah PON 2004. Dari sini mulai era pembangunan Palembang besar-besaran sampai sekarang.

Anda tahu sendiri bagaimana sumsel sekrang, 2004- sekrang pembangunan gencar dilakukan pemprov, pemkab dan pemkot, alhasil membuat palembang bisa megah seperti sekrang. Jangan kaget nanti ampera ada saingan nya, 2 kali naik jembatan kalau mau ke jakabaring. Soalnya sekrang sudah dibikin jembatan layang untuk meredakan kemacetaan di sumsel (masih tahap pembangunan), trans palembang angkutan umum dari pemerintah di palembang sesuai dengan prosedur menaikan dan menurunkan penumpang di tempat pemberhentian, tidak seperti tempat saya skrang tinggal sementara di provinsin lain di sumatra, angkutan umum pemerintah sembarangan naikan penumpang dan nurunin penumpang (maaf saya gak nyebutin kotanya, soalnya saya gak mau melukai perasaan masyarakat nya hehehehe ^_^)

Kota dan kabupaten selain Palembang pun, sekrang bak sebuah kota megah di pulau sumatera yang tertinggal, bahkan Prabumullih bisa dikataan sudah siap menyaingi Palembang dari segi pembangunan nya!.
Kemarin saya pulang ke kampung halaman saya, betapa kaget dan bangga saya sampai-sampai kecamatan di daerah saya yang jauh dari kota sudah siap memakai air dari PDAM (kampung saya di daerah OKI) dan itu jarang loh ditemukan di sumatera, sebuah desa di kecamatan ada PDAM nya.

Jadi Mengapa SUMSEL bangkit dari keterpurukan, karna semua elemen di provinsi kami bekerja sama ingin maju, pedagang yang digusur tidak ribut sampai bentrok dengan pol pp sampa harus ada adu jotos, setiap ada pembangunan masyarat tidak ada yang menghalangi.

Pemprov, pemkot, pemkab, aparat desa memang memikirkan kemajuan, apbd yang didapat dioptimalkan seoptimal mungkin, setiap satu protek pembangunan kelar bangun lagi proyek yang lain, tidak pernah reda pembangunan nya di sumsel. Masyarakat juga tidak terlalu banyak menuntut ini itu apalah itulah, kaerna masyrakat mendukung setiap program pemerintah.

Jadi kalau mau maju, jangan mau nya minta langsung dari pusat, apa guna nya pemprov, pemkot, pemkab dan aparat desa setempat? untuk apa kalian coblos guburnur bupati dan kepala desa kalian?
karna diimingin duit 100 ribu jadi coblos nya itu? Tidak maju nyalahin presiden? apa kata dunia ^_^

Mikir sendiri lah, kita ini harus cerdas bukan emosi yang dikedepankan, bertindak jangan cuma berbicara, jangan jadi pengamat mending jadi motor penggerak, mau kerja tapi males mau nya kerja yang mewah, mau kerja cuma tidur-tiduran kapan mau dapat nya.

hahhahahahahah ^_^ this real not opini

oleh : Ciat