UJI MUNISI SLT C90-CR-RB (M3)

Uji fungsi Munisi SLT C 90-CR-RB (M3) TNI AD ilaksanakan tanggal 10 – 11 September 2015, bertempat di Lapbak Pusdikif Pussenif Kodiklat TNI AD Cipatat Bandung, Jawa Barat.

Materi Uji Fungsi : Uji non destruktif melalui : Pengamatan visual, Pengukuran dimensi dan berat, Konstruksi dan perlengkapan. Sedangkan Uji destruktif melalui : Uji Daya Tembus Baja dan Uji kelancaran kerja.

Dalam pelaksanaan uji dihadiri oleh Danpussenif, Dirbinlitbang Pussenif, Staf umum Angkatan Darat, Staf Litbang Angkatan Darat dan Para Kasubdit Ditpalad.

SLT C90 (Photo: Audrey)

C90-CR adalah peluncur roket anti tank yang digunakan unit infantri di lingkungan TNI AD. C90-CR dapat dioperasikan oleh seorang personel dengan cara dipanggul. Pola pengoperasiannya mirip dengan Armbrust, yakni bersifat sekali pakai, begitu roket keluar dari tabung, maka tabung peluncur sudah tak bisa digunakan lagi. Mekanismenya menggunakan piroteknik, jadi tidak diperlukan baterai atau pun sistem pengisian listrik.

C90-CR mempunya bobot yang ergonomis untuk dibawa soerang personel infantri, yakni hanya 4,8 kg. Panjang senjata tak sampai 1 meter (940 mm). Mengandalkan jenis roket tandem HE (high explosive) dengan kaliber 90 mm. Secara umum jangkauan tembaknya bisa mencapai 300 meter untuk target bergerak. Dalam paket peluncur standar, C90-CR sudah dilengkapi pembidik optic dengan 2x pembesaran. Namun untuk misi tempur malam hari, bisa ditambahkan perangkat bidik VN38-C.

TNI AD memiliki versi C90-CR anti armor, C90-CR-RB (M3) anti personel, dan C90-CR-BK untuk penghancur bunker. Senjata ini cukup ampuh digunakan untuk menghantam perkubuan lawan dalam perang di tengah hutan. Selain Indonesia dan Spanyol, C90-CR juga digunakan oleh India, Italia, Malaysia, Equador, Colombia, dan Estonia.

Ditpal-tniad.mil.id
Indomiliter.com