Mari Mentertawakan SU-35 (Bagian Kahiji)

Horas!

Dalam soal tawa-mentertawai, meskipun ana bukan warga negara tukang klaim, ana berani mengklaim kalo nick ana ini salah-satu yang paling banyak pasang emoticon :ngakak, he..he….maka dari itu, jangan so serious baca artikel ini, apalagi sampe nak percaya, wah bisa-bisa ana kuwalat ente bahlul, orang istri sendiri aja gak percaya sms ana, situ malah mau percaya artikel ini…

Kemaren-kemaren ni yeeee, ada artikel di warung sebelah pinggir, yang kemudian digoreng juga di JKGR ini, tentang formiler yang mentertawakan pembelian sukhoi kita.

Sebagai fans S-Pop for RI (Sukhoi – Perspektivny Originalitvy Pokoke Reaktivnyy istrebitel’) ana punya tangan berasa gatal pasal ada yang menyaingi bangsa kita dalam hal ketawa (bukan beli sukhoinya lho!). Untuk membuktikannya, terpaksa torang pamit sama yang punya ini warung (bung Diego sama engkong Gue) pigi makang di warung kopi seberang jo.

Banyak juga warung di luar yang membahas belanja TNI saat ini, salah sijine yo obrolan di Defence.pk, salah satu warung favorit mitary fanboy, banyak turis-turis yang kasi komentar, misalnya beberapa yang tercatat mengomentari pembelian su-35 kita:

IR-TR (Netherland)                : Very potent aircraft. Congratulations Indonesia.(pesawat yang punya potensi, selamat kepada Indonesia)

Parashu (India)                        : Su-35 is a beast congrats Indonesia ! J (Su-35 adalah monster ganas, selamat Indonesia)

Cossack25A1(Philippine)       : From the Northrop F-5 to the Sukhoi Su-35, that is a very interesting replacement.(Dari Northrop F-5 ke Sukhoi Su-35, penggantian yang sangat menarik)

Mungkin wajar military fanboy diatas mengidolakan sukhoi karena berasal dari Negara-negara yang bukan blok barat (kecuali mungkin IR-TR), tapi coba perhatikan bagaimana komentar bule-bule di salah satu ruang vip Russian Insider Café berikut ini:

2 orang kaukasian ini nyata betul mendukung pembelian sukhoi oleh pakde RR dan sebaliknya meremehkan wacana pembelian F-35 oleh australia. Vtran membandingkan pembelian Su-35 dengan Kumpulan Lemon F-35 Australia (Lemon adalah istilah untuk sasaran tembak yang sangat mudah) dan menjual kepentingan Aussy kepada USA. Demikian pula dengan Tom Welsh seorang british yang kerja di aussy menganggap F-35 bukan tandingan setara (meskipun masalah2 sesak nafas yang dialami pilot, pengaturan take off dan senjata sudah dapat diatasi nantinya).

Begitu juga beberapa bulan sebelumnya sewaktu pembelian sukhoi su-35 masih jadi wacana pemerintah RI, formiler singapura dan aussy malah menjelek-jelekkan si emprit calon tunggangan RAAF:

Tan Lai Keat berulang kali memuji pembelian Su-35 oleh TNI-AU, sementara Andy dari australia mengatakan bahwa RAAF (AU-nya Australia) patut iri hati kepada angkatan udara kita, sedangkan komentator lain yang tidak menyebut namanya mengatakan RAAF membeli 1 F-35 seharga 3 Sukhoi dan harus membayar tiap pilotnya senilai 300 ribuan dolar per tahun selama 10 tahun (hanya untuk menerbangkan, diluar gaji dan tunjangan sebagai tentara).

Sementara itu di sebuah warung kopi bernama lowbat.pret yang hampir ambuk karena waitersnya songlap duit setoran, beberapa pengunjung yang kebanyakan masih allay gak kalah nyaringnya gosipin si flengky ini:

Banyanroot:       Malaysia got but engine hilang…. (reply to Malaysia juga akan beli pespur yang artinya Malaysia juga akan punya tapi tanpa mesin)

Wira_laju:           our mig29 dah jual belom? russian or US better buy…

Frozen_Sun:      Actually Irbis-E radar in Su-35BM is a direct improvement over Bars radar in Su-30MKM (sebenarnya, radar Irbis-E pada Su-35BM adalah lompatan pengembangan yang jauh didepan dibanding radar yang ada pada Su-30MKM).

Masih banyak lagi formil-formil lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-persatu, tapi tak satupun memandang pembelian sukhoi ini sebagai pengadaan alutsista yang tidak berharga, justru sebaliknya mereka menyayangkan mengapa angkatan udaranya masing-masing tidak membeli pespur canggih tersebut.

Meskipun mereka yang berkomentar seperti biasanya cuma komentator dan bukan pelakunya langsung, tapi, pernahkah kita lihat adu komentar antar pemain bola sungguhan yang lebih rame daripada adu mulut para komentator bola? He..he…

Nah, di bagian ka-ciek ini, saya cuma mengangkat obrolan santai komentator di warkop-warkop luar. Pada bagian ka-duo atau ping-kaleh nanti, awak bakal membahas komentar dari komentator yang lebih berbobot. Ana gak badusta jo, bener-bener komen berbobot, seperti yang pernah dibilang sama bung Bakul Penyot “ngomong-ngomong yang nulis artikel pernah naek sukhoi gk ya? Atau pespur lainnya?”

Nah, berawal dari komentar bung Bakul Penyot (mang ada gitu orang jualan penyot? Bukan sebaliknya?), ana akhirin obrolan lor-ngidul ini dengan janji besok ngajak pakar yang lebih ahli lagi bahkan pernah merasakan naek pesawat sungguhan sebagai pilot (bukan sebagai penumpang tiket promo)….SUERRRRR!

NB: oiye, maapin ana kalo bahasanya belepotan yak, soalna, awak pon tak jelas awak ni orang mana-mana, jawi ke, melayu ke, batak ke, sunda ke. Tapi jelas, Kitorang samua basudara, merah darah ana, putih pulak tulang ana (bersambung).

 

Oleh: MJ