Legislator: Penambahan Anggaran Kemhan, Masih Jauh dari Kebutuhan

Kapal Patroli TNI AD produk dalam negeri

Jakarta – Anggota Komisi I DPR, Sukamta menilai penambahan anggaran Kementerian Pertahanan/TNI senilai Rp 37 triliun pada 2016, masih jauh dari kebutuhan institusi itu untuk memenuhi Minimun Essential Forces (kekuatan minimun). “Berbagai faktor membutuhkan anggaran yang cukup, kenaikan Rp 37 triliun masih jauh dari kebutuhan memenuhi MEF,” katanya di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan saat ini ada perubahan lingkungan strategis regional dan kawasan, misalnya di wilayah Laut China Selatan. Menurut dia, intensitas dan eskalasi di wilayah itu membuat negara-negara yang terlibat, menganggarkan belanja alat utama sistem senjata (Alutsista) cukup besar. “Misalnya Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Tiongkok, yang akhirnya juga mendorong Jepang nengubah doktrin keamanan dan bela diri,” ujarnya.

Sukamta menilai semua itu menuntut Indonesia untuk waspada dan antisipasi agar apabila suatu saat benar-benar terjadi konflik maka Indonesia tidak tertinggal. Selain itu di dalam negeri Indonesia, juga ada ancaman separatisme dan terorisme yang menuntut kewaspadaan. “Walaupun itu utamanya tupoksi polisi, namun ketika sudah terjadi terorisme bersenjata, TNI harus siap siaga,” katanya.

Politikus PKS itu menjelaskan, di sisi lain kesejahteraan TNI juga mendesak ditingkatkan, seperti banyak perumahan TNI yang kurang layak dan uang lauk pauk. Semua faktor-faktor tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang cukup, sehingga tambahan anggaran Kemhan/TNI senilai Rp 37 triliun dinilai masih kurang.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq menegaskan Komisi I setuju penambahan anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2016 senilai Rp37 triliun. “Komisi I DPR pada prinsipnya mendukung (penambahan anggaran Kemhan dan TNI tahun 2016 senilai Rp 37 triliun,” katanya kepada Antara di Jakarta, Jumat (25/9).

Dia menjelaskan, setelah Komisi I DPR menyetujui maka akan diajukan ke Badan Anggaran DPR untuk dibahas lebih lanjut. Dana tambahan itu akan digunakan untuk kebutuhan kesejahteraan pegawai dan pembelian Alutsista. “Paling banyak (digunakan) untuk Alutsista sekitar Rp 30 triliun,” ujarnya.

Tahun penganggaran 2015, Kementerian Pertahanan/TNI mendapat anggaran Rp 102 triliun dengan alokasi untuk alutsista sekitar Rp 40 triliun. Sementara itu, pada 2016 pagu anggaran Kemhan/TNI hanya Rp 95 triliun, turun sekitar Rp 7 triliun dibandingkan anggaran 2015.

Editor: Unggul Tri Ratomo

ANTARA News