Rusia Ingatkan Respon Keras untuk Bom Nuklir AS di Jerman

Amerika Serikat berencana menempatkan arsenal nuklirnya di Jerman. Rusia kemungkinan akan menanggapi penyebaran bom nuklir AS di Jerman dengan mendirikan rantai instalasi pertahanan rudal, rudal Iskander nuklir dan rudal jelajah, ujar seorang analis militer terkemuka Rusia.

“Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menginstal hulu ledak nuklir pada rudal balistik Iskander dan menempatkan rudal jelajah extended-range X-555 pada pembom strategis Tu-22M3 kami,” kata direktur Akademi Studi geopolitik Konstantin Sivkov, kepada kantor berita RIA Novosti.

Reaksi itu muncul setelah stasiun televisi ZDF Jerman pada hari Selasa mengutip sebuah dokumen anggaran Pentagon mengatakan bahwa Angkatan Udara AS akan mengerahkan bom nuklir modern B61 untuk pangkalan angkatan udara Buchel Jerman, pada musim gugur ini – menggantikan 20 senjata yang sudah di lokasi.

Kementerian Pertahanan Jerman menolak komentar apapun, sementara pejabat Pentagon dan Departemen Luar Negeri mengklaim bahwa postur nuklir AS di negara-negara sekutu NATO konsisten dengan semua perjanjian dan kewajiban.

Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjelaskan langkah AS sebagai “pelanggaran keseimbangan strategis di Eropa,” dan berpotensi untuk menuntut respon dari Rusia.

Senjata nuklir AS yang dimaksud adalah upgrade terbaru air-dropped nuclear bomb, B61, yang dikenal sebagai B61-12. Bom ini sudah dikerahkan ke beberapa pangkalan di negara NATO, seperti Jerman dan Turki.

The B61 adalah perangkat nuklir hasil variabel, yang mengaburkan garis antara senjata nuklir yang disebut taktis dan strategis. Dengan kata lain, kekuatan senjata ini dapat disesuaikan untuk digunakan sebagai medan perang nuklir skala kecil, atau mengatur meledakkannya lebih dari 300 megaton.

Sputniknews.com