Peluncuran Satelit LAPAN A2/Orari

Tahapan Peluncuran :
Tahapan peluncuran satelit LAPAN-A2 bersama Astrosat dan 5 satelit nano, Senin 28 September, sekitar pukul 11:30 WIB:
– Roket pertama berbahan bakar padat lepas setelah 1 menit 52 detik.
– Roket ke dua berbahan bakar cair lepas setelah 4 menit 23 detik.
– Roket ke tiga berbahan bakar padat lepas setelah 9 menit 48 detik.
– Roket ke empat berbahan bakar cair dimatikan setelah mencapai ketinggian orbit setelah 21 menit 56 detik.
– Astrosat berbobot 1,5 ton dilepaskan pada ketinggian 650,17 km setelah 22 menit 33 detik.
– LAPAN-A2 berbobot 76 kn dilepaskan pada ketinggian 650,16 km setelah 23 menit 3 detik.
– Satelit nano Kanada berbobot 14 kg dilepaskan pada ketinggian 650,14 km setelah 23 menit 28 detik.
– Empat satelit nano AS masing-masing berbobot 7 kg dilepaskan pada ketinggian sekitar 650 km setiap 0,5 menit, terakhir setelah 25 menit 33 detik.

(Sumber : FB LAPAN)

Foto Ilustrasi Peluncuran :

Berita Pendukung :

Satelit A2 Sampai Antariksa, Ini Langkah Lapan Selanjutnya

Roket PSLV-C30, milik India, yang membawa satelit Lapan A2. Bersamanya juga ada satelit negara lain termasuk Astrosat India. (IndiaNewsToday)

Satelit buatan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan), LAPAN A-2 akhirnya telah sampai di antariksa. Sesuai yang dijadwalkan, roket yang menggendong Satelit LAPAN A-2 meluncur mulai pukul 11.30 WIB waktu India.

Diketahui, selain membawa satelit buatan Indonesia, roket utama milik India juga membawa muatan enam satelit lain. Kepala LAPAN, Thomas Djamaludiin, Senin 28 September 2015 bersyukur peluncuran satelit berjalan sukses.

“Tahap kritis sudah selesai dan tinggal penyelesaian akhir. Sekarang tinggal penjejakan (tracking) dari fasilitas pemantau Lapan di Rancabungur dan Biak untuk mengaktifkan semua sensornya,” kata Thomas usai melihat tayangan langsung kesuksesan peluncuran satelit LAPAN A-2, di kantor Lapan, Rawamangun, Jakarta.

Thomas mengatakan, roket peluncur milik India ini menggunakan empat roket. Roket pertama lepas dalam waktu 1,52 menit sejak peluncuran, roket kedua lepas dalam waktu 4,23 menit, roket ketiga lepas dalam waktu 9,48 menit, dan roket terakhirlah yang melepaskan semua muatan satelit.

“Roket keempat ini melepaskan muatan Satelit Astrosat India, kemudian setiap setengah menit lepaskan satelit lainnya,” kata dia.

Satelit LAPAN A-2 dilepaskan setelah Satelit Astrosat, kemudian disusul Satelit NLS-14 milik Kanada, satelit nano AS LEMUR-1, LEMUR-2, LEMUR-3 dan LEMUR-4. Total misi peluncuran satelit berbagai negara , yang dibawa India itu, membutuhkan waktu 25,35 menit sejak roket meluncur dari permukaan bumi.

Rencananya LAPAN-A2 diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi. Dengan orbit ekuatorial, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari. Dengan demikian, satelit ini dapat mendukung pemantauan wilayah nusantara dari luar angkasa.

Satelit berbobot 78 kilogram dan berdimensi 500 x 470 x 380 milimeter tersebut membawa misi pemantauan permukaan bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk misi pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera video analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi 3,5 meter.

Untuk menjalankan misi pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, satelit dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, misi komunikasi amatir pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

Dalam berkomunikasi dengan stasiun bumi, LAPAN-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band. Untuk sistem kontrol perilaku, satelit ini juga dilengkapi dengan tiga wheel/ fiber optic laser gyros dalam axis orthogonal, dua CCD star sensor, tiga magnetic coils, enam panel surya tunggal untuk sensor matahari.  Viva.co.id

Satelit Lapan A2/Orari Berhasil Diluncurkan

Satelit Lapan A2/Orari berhasil diluncurkan ke antariksa. Menunggang roket milik India, Lapan A2/Orari kini siap memulai misi menjaga kedaulatan Nusantara.

Satelit berhasil diluncurkan pada pukul 11.30 WIB. Pada 21 menit 56 detik setelah peluncuran dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India, roket PSLV C30 beserta 7 satelit, termasuk Lapan A2/Orari berhasil mencapai orbitnya pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi.

Dari kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Jakarta, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handaka, dan sejumlah tamu undangan menyaksikan peluncuran.

Peluncuran satelit ini bersejarah bagi Indonesia karena, untuk kali pertama, Indonesia berhasil meluncurkan satelit yang 100 persen dibuat di Indonesia. Lapan A2/Orari dirancang, diuji, dan akan dipantau oleh perekayasa Indonesia.

Thomas mengatakan, “Peluncuran satelit ini adalah lompatan besar pengembangan teknologi satelit. Bagi Lapan, peluncuran ini memupuk kepercayaan diri para perekayasa. Bagi Indonesia, ini adalah tahapan menuju kemandirian satelit.”

Sebelum mencapai orbit, roket PSLV C30 dan satelit yang dibawanya melewati sejumlah tahap kritis. Roket pertama lepas pada 1 menit 52 detik setelah peluncuran. Roket kedua lepas pada 4 menit 23 detik. Sementara itu, roket ketiga lepas pada 9 menit 48 detik.

Roket keempat menyertai satelit hingga ketinggian orbitnya. Saat mencapai orbit, roket langsung mati dan memisahkan diri dari satelit.

Muatan utama roket, satelit Astrosat milik India, berhasil dilepaskan pada ketinggian 650,17 kilometer pada 22 menit 33 detik setelah peluncuran. Sementara itu, satelit Lapan A2/Orari lepas 23 menit 3 detik setelah peluncuran pada ketinggian 650,16 kilometer. Satelit lain lepas dengan rentang waktu 30 detik kemudian.

Thomas mengungkapkan, Lapan telah menyiapkan tim untuk mendeteksi satelit. Tim akan ditempatkan di Rancabungur, Bogor, dan Biak. Deteksi satelit akan berlangsung maksimal 7 hari.

Setelahnya, satelit perlu diposisikan menghadap Bumi sehingga bisa mengirimkan data dan memotret. Sejumlah sensor juga perlu dites. “Ini akan memakan waktu sekitar 1 bulan,” kata Thomas.  KOMPAS.com

Dikirim oleh : Juragan Zon9k