China Buat Ribuan Tentara Drone

Militer China berencana untuk memproduksi sekira 42.000 senjata otomatis dengan sensor untuk di darat dan laut sebagai bagian pembangunan militer skala besar. Hal itu seperti yang tercantum dalam laporan tahunan Pentagon mengenai Tentara Kebebasan Rakyat (PLA).

Belakangan China mengoperasikan beberapa drone udara dengan dan tanpa awak. Militer China juga mengembangkan kendaraan udara tanpa awak (UAV) jarak jauh. UAV tersebut digunakan untuk kegiatan intelijen dan serangan bom.
Keberadaan UAV akan meningkatkan kemampuan China untuk mengoperasikan pesawat mata-mata jarak jauh dan melakukan penyerangan.

Kemampuan China untuk menggunakan meningkat dan China sedang berencana memproduksi 41.800 drone tanpa awak dengan sistem darat dan laut. Pengadaan drone untuk 2014-2023 tersebut menghabiskan dana sebesar USD10,5 miliar atau sekira Rp1,3 triliun.

Empat UAVsedang dalam pengembangan termasuk Xianglong, Yilong, Sky Saber, dan Lijian. UAV Yilong, Sky Saber, dan Lijian dikonfigurasikan sebagai senjata yang dapat menyerang dengan presisi.
“UAV Lijian, yang terbang pertama kali pada 21 November 2013, adalah UAV siluman China pertama yang dilengkapi sayap,” isi laporan tersebut.