China Kirim Pasukan ke Suriah, Bergabung dengan Rusia ?

china-troops

Dengan datangnya pasukan militer Rusia ke Suriah, membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas. Tapi itu bukanlah puncaknya. Jika laporan yang telah disampaikan Almasdar News akurat, situasi di Suriah bisa masuk titik didih. Pasukan China dikabarkan segera bergabung ke Suriah, menyusul 2000 pasukan Rusia yang lebih dulu sampai pada awal minggu ini.

Pada tanggal 23 September 2015, Leith Fadel dari Almasdar News (Sumber Arab), melaporkan bahwa China telah memutuskan untuk mengirim tentara dan pesawat militer ke Suriah dalam enam minggu ke depan. Meskipun laporan belum dikonfirmasi secara independen, namun Fadel mengutip ucapan pejabat senior militer Suriah. Informasi dari Fadel telah terbukti akurat berkali-kali di masa lalu.

Fadel menulis:

Pada Selasa pagi, satu kapal angkatan laut China dilaporkan melakukan perjalanan melalui Suez Canal Mesir memasuki Laut Mediterania; tujuannya tidak dikonfirmasi.

Namun, menurut seorang pejabat senior di Angkatan Darat Syrian Arab Army (SAA) yang ditempatkan di kota pantai Suriah Latakia, personel militer China dan aset udaranya dijadwalkan tiba dalam beberapa minggu mendatang (6 minggu) ke kota pelabuhan Tartous – ia tidak bisa memberikan hal yang lebih rinci.

Rusia telah sangat jelas bahwa mereka mengambil peran aktif dalam konflik ini, tetapi kabar dari militer China yang bergabung ke Suriah akan membuat kawasan itu semakin genting.

Jika Assad meminta kepada China untuk secara resmi ikut memberantas ISIS di Suriah, maka berdasarkan hukum internasional, hal itu bisa dilakukan karena Assad adalah presiden yang sah dari Suriah yang diakui secara internasional.

Suriah dan China tampaknya akan saling berbagi ancaman, karena adanya serangan dari teroris Uyghur ke China yang biasanya dikendalikan oleh intelijen Turki dan Barat.

Akhir akhir ini tumbuh gerakan separatis Uighur China di Xinjang, pemboman baru-baru ini di Thailand juga dikaitkan dengan “Grey Wolves” Uyghur Turki dan Turkistan Islamic Party/Army of Conquest Turkish yang mem-back-up kelompok teroris ke Suriah dan China.

Jika laporan Fadel ini dari Almasdar News akurat, maka jelas bahwa blok Rusia-China akhirnya menanggapi ancaman teror berkedok ISIS yang didukung Barat yang datang dalam bentuk banyak samaran tetapi pada kenyataannya, hanya produk dari aparat intelijen NATO.

Kini pasukan AS akhirnya menerima sejumlah perlawanan terhadap campur tangan mereka di Suriah. Situasi di lapangan menjadi lebih genting bagi penduduk dunia dari hari ke hari. Sudah saatnya orang-orang Amerika mulai menuntut pemerintah mereka menghentikan dukungan untuk teroris di Suriah dan seluruh dunia sebelum terlambat.

Sharing

Tinggalkan komentar