J-20 Belum Layak Sebagai Pesawat Generasi Ke Lima

j2005

Tanpa mesin yang kuat dan dapat diandalkan, pesawat tempur siluman J-20 China yang melakukan uji terbang pertama pada tahun 2011 tidak dapat dihitung sebagai pesawat tempur generasi kelima lagi, ungkap Kanwa Military Review.

Ahli penerbangan militer tersebut mengatakan, J-20 prototipe masih menggunakan mesin AL-31F buatan Rusia atau WS-10 buatan sendiri yang biasa digunakan pesawat tempur generasi keempat seperti Su-27 Rusia dan J-10 Cina. Karena J-20 tidak dapat mencapai penerbangan supersonik atau kinerja supermaneuverable dengan salah satu dari mesin ini, J-20 tidak memenuhi syarat sebagai pesawat tempur generasi kelima meskipun memiliki kemampuan siluman, kata artikel tersebut.

J-20 dapat masuk ke tahap produksi tahun depan. Membandingkan angka produksi J-10, pesawat tempur yang juga diproduksi oleh Chengdu Aircraft Industry Group, Kanwa mencatat bahwa antara 14 sampai 18 pesawat tempur J-10 dapat dihasilkan setiap tahunnya. Hanya sejumlah kecil dari pesawat J-20 yang akan diproduksi pada tahap awal tetapi jumlah pesawat J-20 yang diproduksi setiap tahun akhirnya akan sama dengan jumlah produksi J-10.

Seorang ahli Cina mengatakan akan menjadi keajaiban dalam sejarah penerbangan jika J-20 dapat memasuki layanan Angkatan Udara PLA pada tahun 2016. Ahli tersebut mengatakan Lockheed Martin butuh waktu 16 tahun untuk menghasilkan pesawat F-22 Raptor hingga siap bertugas, setelah penerbangan pertama pesawat itu pada tahun 1998. F-35 menghabiskan waktu lebih dari 15 tahun untuk benar-benar siap memasuki layanan. Rusia sendiri juga akan mempersiapkan pesawat siluman T-50 ke layanan tahun depan setelah ide pengembanngannya sejak tahun 2002.

Jika China bisa membuat J-20 siap beraksi pada tahun depan, itu akan memecahkan rekor dengan mencapai prestasi hanya dalam waktu lima tahun.

want china times

Tinggalkan komentar