Kibaran Bendera Kuba di Negara Paman Sam

Dikibarkannya bendera Kuba di Washington, Amerika Serikat di satu sisi merupakan bentuk peresmian pembukaan Kedutaan Besar Kuba di Amerika di sisi lain sebagai bentuk normalisasi hubungan diplomatik kedua negara tersebut yang ditandai dengan perencanaan Amerika mencabut embargo ekonomi terhadap Kuba sejak 60 tahun lalu. Bendera tersebut dikibarkan oleh Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez dalam upacara pembukaan Kedutaan Besar Kuba di Amerika. Pembukaan hubungan diplomatik Amerika-Kuba (pencabutan embargo ekonomi) tersebut merupakan suatu langkah bersejarah yang pernah terjadi di antara kedua negara tersebut.

Presiden Amerika, Barrack Obama telah menghapuskan beberapa hambatan ekonomi, seperti larangan berpergian dan bisnis di Kuba. Akan tetapi hampir sebagian besar embargo masih diterapkan terhadap Kuba. Secara konstitusi embargo secara penuh bisa dicabut di Kongres dimana justru gagasan pencabutan embargo mendapatkan penolakan keras dari kelompok Partai Republik.

Pengibaran bendera Kuba di Washington diikuti juga dengan pembukaan Kedutaan Besar Amerika di Havana. Bersumber dari CNN Internasional bahwa pengibaraan bendera Kuba di Washington sebanyak 500 orang yang menyaksikan persitiwa bersejarah tersebut. Berbeda dengan dengan pengibaran bendera Amerika di Havana hanya diikuti oleh 100 orang terdiri dari warga kuba, turis, dan keturunan Amerika di Kuba.

Pemerintah Indonesia menyambut baik dengan adanya normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara tersebut. Kementrian Luar negeri menyatakan bahwa “normalisasi diantara dua negara tersebut merupakan langkah bersejarah dalam menciptakan perdamaian dunia baik secara regional maupun dunia secara umumnya”. Proses menuju normalisasi hubungan Amerika-Kuba yang diawali dengan rencana penghapusan embargo ekonomi dimana pada perkembangannya bertahap pada pengibaran bendera Kuba di Washington merupakan bentuk keseriusan Amerika untuk menciptakan perdamain di kawasan negaranya dan di dunia pada umumnya.

Normalisasi hubungan Amerika-Kuba sampai dengan pengibaran bendera di kedua negara merupakan salah satu bentuk perjuangan Indonesia untuk menciptakan perdamaian di kawasan tersebut serta berdampak pada perdamaian dunia. Terbukti dengan konsistensi dukungan Indonesia selalu disampaikan melalui pemungutan suara di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB yang telah berlangsung sebanyak 23 kali sejak tahun 1992. Bahkan pada pemungutan suara tanggal 28 Oktober 2014 lalu, Indonesia, dengan konsistensinya untuk kesekian kalinya terus mendukung resolusi PBB: “Necessity of ending the economic, commercial, and financial embargo imposed by the Unite States of America against Cuba”, yang mendapatkan dukungan dari 188 negara dan diadopsi menjadi dokumen resolusi PBB.

Adanya perjuangan Indonesia serta desakan dari berbagai negara dunia terhadap Amerika untuk mencabut embargo ekonominya kepada Kuba cukup membuat Amerika dan Kuba bersepakat untuk menyambung kembali hubungan diplomatik yang telah terputus dari 50 tahun lalu, pada Rabu, 17 Desember 2014.

 

Aprilian Cena,

Penulisan merupakan Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta menjabat sebagai Wakil Bendahara PC PMII Ciputat.