HUT TNI ke 70 : Dari Sepatu Marinir Hingga Pukul Kepala Pakai Bambu

tni-duel

Merak – HUT TNI ke 70 di Pantai Merak Banten, dibuka oleh parade militer. Pasukan Polisi Militer membuka, parade diikuti oleh Pasukan Para Raider, Linud Kostrad, Raider, Kopassus, Batalyon Mekanis dan seterusnya.

Pasukan TonTaipur Kostrad tidak ikut parade, seperti biasanya. Pasukan ini memang jarang ikut parade. “Latihannya saja, kita tidak tahu di mana”, ujar seorang prajurit Kostrad, usai melakukan atraksi beladiri Yongmodo.

Satu yang menarik perhatian saya dalam parade infanteri ini adalah, sepatu pasukan marinir, yang terlihat keren sekali. Cocok dengan seragam dan baret mereka. Sepatu Marinir berwarna putih gading. Terlihat modern, pasukan ini. Seragam Kostrad juga berbeda beda, dibagi antara yang Para Raider, Linud dan Raider, dengan varian, masing masing, hijau digital.

Kalau Kopassus dengan loreng merah darahnya, tetap terlihat keren. lorang merah darah ini, memang terasa ever lasting, tak lekang ditelan jaman.

Jumlah pasukan yang dilibatkan dalam parade ini, tidak sebanyak HUT TNI ke 69 di Surabaya. Begitu juga dengan kendaraan tempur yang ditampilkan. Ada, IFV Marder, Tank Leopard 2A4, Panser Tarantula, Panser Anoa, BMP-3F, MLRS Astros, Meriam Caesar, Oerlikon dan beberapa jenis lainnya. Rudal rudal TNI tidak ditampilkan.

Beberapa Alutsista yang baru adalah Panser Tarantula, Kendaran bawah laut Kopaska, pesawat latih Grob, Super Tucano dan jet tempur T-50i Golden Eagle.

Yang menarik dalam HUT TNI ke 70 ini, adalah ketika prajurit TNI (saya tidak tahu persis jumlahnya, mungkin sekitar 1000. Tapi yang jelas banyak dan memenuhi seluruh bibir dermaga PT Pantai Indah Kiat.

Dengan bertelanjang dada, mereka unjuk kebolehan dalam melakukan beladiri Yongmodo. Puncaknya adalah atraksi memainkan double stick dan menghajar benda benda keras, mulai dari balok kayu, bambu, batu bangunan, hingga pipa dragon.

Saya sempat menjerit “Alamak Jang”, ketika satu bambu yang dipukullkan ke kepala seorang prajurit tidak pecah. Sementara, bambu bambu lain yang dipukulkan ke kepala prajurit-prajurit lainnya pecah.

Saya menduga, ada keraguan dari teman prajurit yang memukulkan bambu itu ke kepala temannya. Karena pukulannya tidak terlalu keras, bambu itu tidak pecah. Kain penutup kepala prajurit itupun ikut terlepas.

Namun tak lama kemudian, dia ikut melanjutkan pertarungan. Usai acara,msaya demgar ada juga prajurit yang cedera. Mungkin lecet atau sobek sedikit di kepala. Tapi saya tidak melihatnya langsung.

Usai atraksi itu, saya ngobrol dengan salah satu prajurit yang ikut atraksi. “Saya juga ada lecet-lecet sedikit Mas, ujarnya sambil sedikit menyibakkan kaos lorengnya.

“Saya tanya, bagaimana kalian bisa menahan pukulan bambu di kepala seperti itu ?”. “Latihan syaraf dan otot kepala”, ujar prajurit Kostrad ini, sambil menunjuk ke bagian tengkuk.

“Kalau orang gak latihan otot kepala, bagaimana ?”, tanya saya penasaran. “Ya minimal pingsan Mas”, tuturnya.

“Terus yang mematahkan besi dragon itu bagaimana ?”, tanya saya. “Latihan pernapasan. 10 hari kami berlatih di Merak ini. Sebelumnya kami memang sudah diajarkan beladiri ini. Beladiri ini tidak boleh untuk yang berusia 40 tahun ke atas, karena banyak bantingan. Bisa patah tulang”.

Sambil bercanda, saya katakan : Seharusnya bambu tadi, digergaji dulu di beberapa titik, begitu juga dengan kayunya, sehingga benturannya tidak terlalu keras. Toh hanya demonstrasi”.

“Kita tidak mau membohongi rakyat Mas. Semua yang kita lakukan asli dan tidak ada rekayasa. Saya yang terlatih saja, masih memar memar akibat hantaman balok tadi”, tuturnya.

Dalam hati saya berkata, “Mantap nih militer Indonesia”. Tidak hanya mahir menggunakan senjata, namun juga beladiri tangan kosong, yang bermanfaat untuk pertempuran jarak dekat (JKGR),

Sharing

Tinggalkan komentar