NATO Kutuk Rusia

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah mengutuk tindakan Angkatan Udara (AU) Rusia, karena jet tempurnya yang melanggar batas wilayah udara Turki. Menurut Nato, tindakan itu dapat dikategorikan sebagai ‘bahaya ekstrem’.
Sesaat setelah jet tempur Rusia melanggar batas wilayah udara Turki pada Senin 5 Oktober, NATO langsung memanggil 28 duta besar dari negara anggotanya untuk mengadakan pertemuan darurat, sesuai dengan perintah Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO, Jens Stoltenberg.

“Kami jelas melayangkan protes keras terhadap tindakan Rusia yang melanggar batas wilayah udara Turki, karena sedang melancarkan agresi militer ke Suriah,” ujar Stoltenberg usai mengadakan pertemuan darurat, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (6/10/2015).

Sebagaimana diberitakan, otoritas keamanan Turki melaporkan telah mencegat sebuah jet tempur Rusia yang memasuki wilayah udaranya di dekat perbatasan Suriah. Jet tempur F-16 Turki berhasil memaksa pesawat Rusia itu untuk berbalik arah.

Atas kejadian itu, Pemerintah Turki langsung memanggil Dubes Rusia di Ankara untuk menyampaikan protes keras atas pelanggaran wilayah udara tersebut. Turki menuntut Rusia untuk tidak lagi mengulangi pelanggaran serupa atau mereka harus bertanggung jawab jika insiden lain terulang kembali.