Sidang Umum PBB, Amerika-Rusia Berselisih Kembali Mengenai Nasib Suriah

image
Kedua pemimpin dari negara besar tersebut, yakni Barrack Obama dan Vladimir Putin sudah beberapa kali melakukan pertemuan dalam penyelesaian masalah Suriah. Pertemuan yang dilakukan oleh kedua pemimpin negara tersebut terkahir pada 28 September 2015. “Pertemuan dengan Obama telah dikoordinasikan,” kata juru bicara pemerintahan Rusia, Dmitry Peskov dalam Rusia Today. Topik pertemuan tersebut sebenarnya membahas isu seputar Suriah, terkhusus pada isu bantuan militer Rusia terhadap pemerintahan Bashar Al-Assad, selaku Presiden Suriah.

Kemudian Isu Ukraina pun tidak luput dari sidang umum yang dilakukan pada bulan september lalu. Sehingga dengan adanya dua isu tersebut yang sangt sensitif dan pasti memunculkan perselisihan diantara kedua negara tersebut. Terbukti pada sidang umum tersebut kedua pemimpin negara tersebut saling mengirimkan kritik tajam dalam pidatonya. Obama menyatakan bahwa Rusia melakukan kesalahan dengan mendukung pemerintahan Bashar Al-Assad serta merebut Krimea dengan mendukung kelompok pemberontakan Ukraina.

Di sisi Rusia menyatakan bahwa Rusia memuji pemerintahan Bashar Al-Assad yang mampu membawa stabilitas serta dapat membantu untuk menghancurkan pasukan ISIS di Suriah. Sejak awal mulainya konflik Suriah pada 2011 pemimpin kedua negara ini mengalami ketegangan dengan intensitas tinggi. Bahkan dua tahun terakhir Obama tidak mau duduk bersampingan dengan Putin dalam forum resmi.

Pasca pidato tersebut antara Vladimir Putin serta Obama melakukan pertemuan untuk lebih lanjut membahas Suriah dan ISIS. Banyaknya kepentingan, ide serta gagasan di antara dua negara tersebut membuat Barrack Obam tetap bungkam terhadap Rusia untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika kita perhatikan secara seksama bahwa konflik Suriah yagn berawal pada intensitas konflik internal namun berkembang menjadi masalah internasional dengan hadirnya negara-negara besar, yakni Amerika, Rusia, Inggris, Perancis, Iran dan Cina.

Permasalahan tersebut tidak kunjung selesai dikarenakan beberapa pihak yang terlibat saling mengedepankan kepentingan nasionalnya masing-masing yang terkesan menunjukan egoisitas. Selain itu adanya sistem veto dalam Sidang PBB membuat permasalahan tersebut tidak kunjung selesai juga…

(Thomas Hobbes)

Sharing

Tinggalkan komentar