Berkibarnya Bendera Palestina di Markas PBB

Pengibaran bendera Palestina di markas PBB, New York diartikan sebagai bentuk pengakuan negara-negara dunia atau de jure yang terintegrasi dalam PBB terhadap eksistensi Palestina. Pengibaran bendera tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Palestina, Mahmud Abbas dan Sekjen PBB, Ban Ki-Moon. Keputusan untuk mengakui palestina merupakan hasil dari pengambilan suara dari negara-negara dunia, yakni sebanyak 119 suara mendukung palestina dari total 193 negara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Negara Palestina akhirnya diterima sebagai negara nonanggota PBB.

Selain itu keberhasilan tersebut memberikan bukti terhadap negara-negara dunia internasional bahwa Palestina memiliki hak untuk berdaulat dan merdeka sama seperti negara-negara pada umum lainnya. Dengan mendapatkan status de jure atau pengakuan dari negara-negara lain berarti Palestina bisa melakukan berbagai tuntutan ke pengadilan internasional sama seperti negara lainnya. Sehingga Palestina bisa memberikan laporan mengenai pelangaran HAM yang pernah dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad, menyatakan bahwa berkibarnya bendera Palestina di Markas PBB, New York merupakan kemenangan diplomasi Palestina terhadap Israel. Itu bukti kemenangan telak diplomasi Palestina atas Israel di mata dunia. Masih menurutnya bahwa keberhasilan tersebut juga bukti keberhasilan negara-negara Islam meyakinkan PBB untuk mengakui eksistensi Palestina sebagai suatu negara.

Pengakuan PBB yang diberikan kepada Palestina merupakan suatu kesempatan besar dimana harus dioptimalkan untuk mencegah atau menghadapi tekanan dari Israel. Dengan adanya pengakuan tersebut akan membuat Palestina merasa percaya diri serta tidak takut terhadap tekanan dari negara-negara yang tidak senang terhadap eksistensi Palestina, khususnya Israel. Sebenarnya posisi Palestina lebih diuntungkan jika Israel berulah kembali akan mendapatkan tekanan dari negara-negara dunia, khususnya PBB.

Indonesia sebagai negara dengan penduduknya mayoritas Islam memiliki peranan penting untuk membantu pengakuan terhadap kedaulatan Palestina. Dalam rangka memperkuat pengakuan dunia terhadap eksistensi Palestina di dunia internasional, Indonesia akan memprakarsai suatu konferensi dengan menghadirkan berbagai kelompok yang ada di Palestina dan menghadirkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Nantinya konferensi tersebut memungkinkan bisa menghadirkan negara-negara yang belum mengakui Palestina, seperti Amerika dan sekutunya.

Oleh, Aprilian Cena

Leave a Reply