7 Provinsi Thailand Diselimuti Kabut Asap Indonesia

Sekarang giliran Thailand diselimuti oleh kabut asap dari Indonesia menyusul dua negara sebelumnya, seperti Malaysia dan Singapura. Kabut asap dari Indonesia berasal dari kebakaran hutan di Pulau Sumatera. Sebanyak tujuh provinsi di Thailand diselimuti asap pada Selasa, 6 Oktober 2015. Mengutip pernyataan dari Bangkok Post, Selasa, “para penduduk berkerumunan di rumah sakit dan mengeluh karena mengalami masalah pernapasan,” kata Departemen Pencegahan bencana dan Mitigasi.

Beberapa provinsi di Thailand diselimuti asapa, seperti Narathiwat, Pattani, Phuket, Satun, Songkhla, Surat Thani dan Yala berdasarkan Direktur Jenderal depertemen tersebut. Selain itu, status kabut asap sudah mencapai tingkatan kesehatan berbahaya di 4 provinsi Thailand. Wilayah Pattani tercatat 121 mikrogram, Phuket 134 mikrogram, Satun 141 mikrogram, dan Songkha 162 mikrogram. Bukan hanya itu kabut asap juga mengurangi visibilatas, terutama di jalan-jalan.

Dengan jumlah cukup banyak penduduk di wilayah yang terkena kabut asap banyak orang melakukan pengobatan karena terkena penyakit pernapasan. Di rumah sakit Yala, jumlah pasien yang terkena penyakit pernapasan mengalami peningkatan menginjak 214 kasus pada Senin, 2 Oktober 2015. Sebelumnya mencapai 64 kasus pada Minggu. Bencana asap merupakan permasalahan tiap tahunnya pasti ada. Sementara itu pemerintah Indonesia secara berkelanjutan mencari solusi dalam memecahkan permasalahan kabut asap.

Kabut asap bukan hanya berdampak pada Indonesia melainkan berdampak langsung pada negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di sisi Thailand sebagai negara yang terkena dampak asap menuntut langsung kepada Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut karena menyelimuti salah satu wilayah pariwisata di Thailand. Dalam prosesnya pemerintah akan melakukan pemadaman terhadap beberapa titik diduga penyebab terjadinya kebakaran serta menindak pihak tertentu sebagai pemicu kebakaran hutan. Kabut asap melanda Thailand merupakan pertama kalinya, sebelumnya sudah melanda Malaysia dan Singapura.

Oleh, Thomas Hobbes