Obama Minta Maaf Atas Serangan ke RS Kunduz

Jet tempur Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke sebuah rumah sakit di Kunduz, Afagnistan, Sabtu (3/10/2015). Kecaman serta kritikan dari sejumlah negara dan organisasi dunia langsung menyerang pemerintah AS.

Atas peristiwa itu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menelepon Kepala Medecins San Frontieres (MSF) dan meminta maaf atas serangan udara yang menghantam sebuah rumah sakit milik MSF di Kunduz, Afghanistan. Demikian diungkapkan Gedung Putih, Kamis (8/10/2015).

Permintaan maaf itu disampaikan Obama ketika melakukan percakapan telepon dengan Presiden lembaga bantuan medis itu, Joanne Liu. Selain meminta maaf, Obama juga berjanji akan mengungkap hasil penyelidikan atas insiden tersebut.

“Penyelidikan AS atas insiden ini akan memberikan akuntansi yang transparan, menyeluruh dan obyektif dari fakta-fakta dan keadaan dari insiden tersebut. Dan jika diperlukan, Presiden akan menerapkan perubahan untuk membuat tragedi seperti ini tak akan terjadi di masa depan,” jelas Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

Menurut Earnest, Obama juga melakukan percakapan telepon dengan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani dan mengungkapkan belasungkawa atas tewasnya sejumlah pasien dan staf rumah sakit itu saat akibat serangan salah sasaran tersebut.

Sebelumnya, MSF yang juga dikenal sebagai Doctors Without Borders, menyerukan dibentuknya Komisi Pencari Fakta Independen Internasional untuk menyelidiki pemboman yang terjadi pada akhir pekan lalu. Dalam serangan mematikan itu, 22 orang yang terdiri dari dokter, staf, dan pasien tewas.

Sejumlah laporan, termasuk dari pihak NATO telah mengkonfirmasi bahwa militer AS memang melakukan serangan udara di sekitar RS itu. Banyak pihak yang mengecam insiden ini, termasuk Rusia.