India Tolak Tambahan Pembelian 44 Rafale

07ss1

Pemerintah India telah menolak proposal Angkatan Udara India untuk membeli tambahan 44 jet tempur Rafale buatan Perancis. Pemerintah India lebih memilih untuk mengembangkan Tejas light combat aircraft (LCA), ungkap sumber Kementerian Pertahanan India.

” IAF (Angkatan Udara India) sangat membutuhkan jumlah minimum pesawat tempur yang siap setiap saat. LCA Tejas adalah pilihan terbaik kami pada tahap ini, mengingat keterbatasan anggaran India,” kata sumber itu seperti dikutip The Times of India, menambahkan bahwa kesepakatan tambahan Rafale akan menjadi beban berat bagi keuangan India.

Pada bulan April, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prancis Francois Hollande menyetujui pembelian 36 pesawat tempur Rafale untuk Angkatan Udara India. Rafale dirancang dan dibangun oleh perusahaan Perancis Dassault Aviation.

Menurut kabar, Angkatan Udara India saat ini mengoperasikan 35 skuadron tempur tetapi membutuhkan 10 tambahan skuadron lagi, karena pada tahun 2022 skuadron pesawat MiG-21 akan dihapus, yang berimbas jumlah skuadron akan dikurangi hingga hanya menjadi 25 skuadron.

India telah mengembangkan Tejas, jet tempur ringan buatan India sendiri selama 32 tahun, setelah persetujuan pemerintah pada tahun 1983. Pesawat akan masuk layanan pada tahun 1994 ketika India gagal mendapatkan mesin eksklusif untuk Tejas yang kemudian mendapat bantuan dari GE Aviation. Sebuah pesawat tempur Tejas telah dihasilkan sampai saat ini, dan persetujuan penerbangan akhir masih terus tertunda sampai awal 2016.

Sputnik

Sharing

Tinggalkan komentar