NATO Perpanjang Tugas di Afganistan

Menteri Pertahanan Jerman mengatakan, pasukan NATO kemungkinan akan tinggal lebih lama di Afghanistan. Namun, keputusan untuk hal itu harus didasarkan pada situasi di lapangan.

“Kami harus melihat bagaimana kita mencapai kemajuan dan apakah kita harus tinggal lebih lama,” kata Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen saat tiba di pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (8/10/2015).

Jerman menilai, kehadiran pasukan NATO di Afghanistan adalah untuk menjalankan misi stabilisasi dan berfokus pada rekonstruksi sipil. Hal ini dimaksudkan untuk menenangkan publik Jerman yang merasa tidak nyaman dengan ide penempatan pasukannya dalam pertempuran.

“Saya akan mengajukan banding hari ini. Kita perlu mengatur penarikan dari Afghanistan sesuai dengan jadwal yang terlalu kaku, tetapi kita harus menganalisis situasi di sana dan mengkoordinasikan penarikan pasukan sesuai langkah demi langkah,” kata der Leyen.

“Ini berarti, kita menempatkan tanggung jawab ke tangan Afghanistan, dengan cara mereka yang benar-benar mampu untuk menjaga negara mereka agar stabil,” tambahnya.

Sebelumnya, meskipun pasukan Afghanistan berhasil merebut kota Kunduz, namun pertempuran yang intens telah menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan pasukan Afghanistan yang dilatih oleh NATO dalam menjaga stabilitas negara tersebut pasca penarikan pasukan asing.

Leave a Comment