Perubahan Besar Global Abad 20 (Jilid I)

revolusi+industri

Masukanya abad baru atau disebut Abad 20 mengalami dinamika tersendiri yang belum pernah terjadi pada abad sebelumnya. Diawali dengan peristiwa 11 September 2011 berupa serangan kelompok teroris (Al-Qaeda) terhadap gedung WTC di Amerika. Dimana penyerangan tersebut merupakan pintu awal perselisihan antara peradaban barat dengan peradaban Islam seperti diramalkan oleh Huntington dalam karyanya Clash of Civilization. Perbenturan antara barat dengan Islam melahirkan sikap islamphobia di negara-negara barat, khususnya Amerika serta di sisi lain di negara-negara Islam atau negara dengan mayoritas Islam memunculkan sikap skeptis terhadap negara-negara barat. Nantinya berdampak pada munculnya organisasi teroris internasional.

Selain itu kemunculan Cina sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia disamping Korea Selatan, India, dan Jepang. Cina bukan hanya menguasai pasar Asia, Eropa, atau Amerika akan tetapai agresifitas Cina ingin menguasai pasar di benua Afrika. Cina melihat negara-negara di Benua Afrika memiliki potensi dalam aspek ekonomi, seperti pengembangan kerja sama eskplorasi energi. Bahkan di beberapa negara Afrika terdapat beberapa kursus bahasa Mandarin yang berkembang pesat. Sehingga dengan adanya agresifitas Cina ingin menguasai dunia khususnya Afrika membuat negara-negara barat mulai kehilangan pengaruhnya di benua ini.

Perubahan besar dalam tingkatan global juga nampak pada pergeseran pusat gravitasi geo-strategis dimana dulunya berpusat di Trans-Atlantik namun abad 20 mulai bergeser di pusat Asia Pasifik. Kawasan Asia Pasifik terdiri dari berbagai negara dengan perekonomian besar, seperti Cina, Korea Selata, Jepang, dan India. Bahkan negara-negara tersebut dapat mengendalikan ekonomi-politik dunia. Sehingga dapat dikatakan bahwa perekonomian dunia ditentukan oleh negara-negara Asia bukan lagi negara-negara Barat, seperti Amerika, Inggris, dan lainnya. Negara-negara tersebut dengan perekonomian besar tergabung dalam kelompok BRICS (Brazil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan). Muncul pula istilah MICT (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, dan Turki) berpotensi menguasau perekonomian dunia.

Aprilian Cena,
Penulis merupakan Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Menjabat sebagai Wakil Bendahara PC PMII Ciputat.

Tinggalkan komentar