Pengungsi Suriah di Italia

Konflik Suriah yang terjadi pada 2011 dan sedang berlangsung hingga saat ini merupakan konflik internal antara pemerintah Bashar Al-Assad dengan pasukan yang kontra terhadap pemerintah Bashar Al-Assad atau Pasukan Pembebas Suriah (FSA). Konflik tersebut bukan hanya berdampak pada kedua pihak yang sedang berkonflik, akan tetapi secara langsung juga berdampak pada penduduk Suriah yang mengungsi ke negara-negara Eropa, khusunya Italia yang merupakan suatu negara pintu masuk pengungsi untuk dapat memasuki negara eropa lainnya.

Pemerintah Italia mengatakan bahwa negaranya sudah didatangi pengungsi yang berasal dari Suriah dengan jumlah yang banyak dan selalu meningkat tiap bulannya. Pada bulan Agustus 2013, pengungsi Suriah dengan jumlah 1.300 datang ke Italia dengan menggunakan jalur laut. Kemudian bulan Desembernya dengan jumlah 3.300 penduduk Suriah berdatangan di sekitar pantai selatan Italia untuk mengungsi di negara tersebut. Peningkatan arus pengungsi Suriah semakin meningkat sehingga pada awal 2014 Italia didatangi kembali oleh pengungsi Suriah dengan jumlah 4.200 orang.

Masalah pengungsi menjadi masalah utama di Italia dari 2011. Jumlah mereka yang begitu besar dan terus mengalami peningkatan tiap bulannya berbanding lurus dengan peningkatan intensitas konflik di kawasan Timur Tengah, khusunya konflik internal Suriah. Sehingga peningkatan pengungsi tersebut telah menyebabkan beban bagi pemerintah Italia. Menteri Dalam Negeri Italia, Roberto Maroni, juga menyatakan kritiknya terhadap kurangnya perhatian negara-negara Uni Eropa terhadap gelombang pengungsi yang berawal dari Suriah.

Dalam memenuhi kebutuhan keamanan manusia, para pengungsi yang berasal dari Suriah menuntut Italia bukan hanya harus menyediakan akomodasi akan tetapi pemerintah Italia harus memberi makan dan uang saku kepada mereka juga. Pengungsi yang berasal dari Suriah kebanyakan anak-anak dan perempuan. Tuntutan tersebut secara langsung mempengaruhi perekonomian Italia. Ditambah Italia sedang mengalami krisis ekonomi di negaranya dan hutang luar negeri dengan jumlah yang besar.

Aprilian Cena

Leave a Comment