AS : 4 Rudal Rusia ke Suriah Mendarat di Iran

Washington – Militer Rusia terus membombardir target militan di wilayah Suriah dengan meluncurkan puluhan rudalnya. Namun beberapa rudal di antaranya dilaporkan jatuh di wilayah Iran, menyimpang dari target.

Aset intelijen dan militer Amerika Serikat, seperti dilansir CNN, Jumat (9/10/2015), menyimpulkan sedikitnya 4 rudal Rusia jatuh ketika mengudara di atas wilayah Iran. Informasi ini pertama kali disampaikan dua pejabat AS kepada CNN, Kamis (8/10), dan kemudian ramai diberitakan media-media AS lainnya.

Pihak AS meyakini, didasarkan pada laporan intelijen soal dampak kerusakan, rudal-rudal Rusia ini memicu kerusakan pada sejumlah gedung di Iran. Bahkan disebutkan juga beberapa warga sipil Iran mengalami luka-luka akibat rudal Rusia ini.

Namun tidak disebut secara jelas di wilayah Iran bagian mana tepatnya rudal Rusia ini jatuh. Kapal militer Rusia sendiri diketahui berada di posisi sebelah selatan Laut Kaspia, yang berarti kemungkinan besar jalur rudal yang diluncurkan Rusia ke arah target di Suriah akan melewati wilayah Iran dan juga Irak.

Militer Rusia menggunakan rudal jelajah jenis baru yang disebut ‘Kaliber’, yang baru pertama digunakan Rusia dalam misi militer di Suriah ini. Di sisi lain, laporan CNN ini memicu reaksi keras dari Kementerian Pertahanan Rusia.

“Tidak seperti CNN, kami tidak melaporkan informasi mengutip sumber anonim, tapi kami menunjukkan peluncuran rudal kami dan target yang mereka kenai berdasarkan modus waktu terkini,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia melalui akun Facebook resminya pada Kamis (8/10), sembari menekankan bahwa pesawat tak berawak atau drone Rusia terus beroperasi di Suriah dan terus memantau operasi militer Rusia.

Iran Membantah

Bantahan juga disampaikan pejabat Iran yang enggan disebut namanya kepada televisi nasional Iran, IRINN. Sedangkan kantor berita FARS menyatakan, Kementerian Pertahanan Iran membantah laporan 4 rudal Rusia jatuh di wilayahnya dan menyebut laporan itu hanyalah ‘perang psikologis’ negara Barat.

Pada Rabu (7/10), Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menuturkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa 26 rudal yang diluncurkan dari empat kapal Rusia berhasil mengenai target tanpa adanya korban warga sipil. Putin lalu memberi selamat kepada Shoigu atas serangan ini. Tidak diketahui pasti apakah Shoigu merujuk pada rudal yang sama dengan yang diungkapkan pejabat AS.

Detik.com

Leave a Comment