Iran Terkena Rudal Nyasar Rusia ke Suriah

Informasi tersebut berasal dari pernyataan pejabat di Kementrian Pertahanan Amerika dengan identitas yang dirahasiakan. Akan tetapi pihak Amerika tidak memberikan rincian lengkap mengenai lokasi yang terkena rudal nyasari dari Rusia. Konfirmasi diberikan oleh pemerintah Iran mengutip Gubernur Takab, Iran Barat, menyatakan ada benda asing jatuh di Desa Ghozghapan di Provinsi Iran, Azerbaijan Barat. Lokasi yang disebutkan berada dalam jalur penerbangan rudal. Konfrimasi dari pemerintah Iran melengkapi bukti kuat dari dugaan Amerika.

Kemudian pemerintah Rusia merespon pernyataan dari Amerika mengenai rudal nyasar Rusia. Diwakili oleh Kementrian Pertahanan Rusia menegaskan semua rudal yang dilontarkan oleh pasukan Rusia sudah menghancurkan sasaran atau target sesuai dengan keinginan pihak Rusia. Pejabat pemerintah Rusia mengatakan juga sudah menembakkan rudalnya sebanyak 26 rudal dari kapal termpur yang bermuara di Laut Kaspia dengan 11 sasaran berbagai kelompok militan di utara dan barat laut Suriah, kisaran 1.500 kilometer (930 mil).

Klaim rudal nyasar ke Iran dari Amerika mulai mncul saat NATO menegaskan untuk membelas sekutunya. Selain itu NATO juga berencana mengubah prosedur dengan mempercepat pengerahan pasukan militernya. Bukan hanya itu Rusia juga pernah melanggar perbatasan udara Turki akibat serangan udaranya di Suriah. Duta Besar Rusia untuk Ankara sudah dipanggil sebanyak 3 kali untuk mengkonfirmasi serta merespon pelanggaran wilayah udara Turki yang dilakukan oleh Rusia. Perkembangan itu terjadi saat ambisi Rusia semakin menggebu-gebu dalam konflik Suriah dengan meningkatkan angkatan militernya.

Respon muncul dari pemerintahan Suriah ditengah kecaman Amerika terhadap Rusia begitupun sebaliknya. Suriah berterimakasih kepada bantuan Rusia karena mampu melemahkan pasukan ISIS di negaranya. “serangan udara Rusia telah melemahkan ISIS,” kata Kepala Staff Angkatan Darat Suriah, Jenderal Ali Abdullah Ayoub, senada dengan kemungkinannya untuk mengerahkan pasukannya dalam merebut kembali kota-kota yang dikuasai oleh ISIS.Peretempuran sengit sudah dilaporkan terjadi di daerah Idlib, hama dan Provinsi Latakia, dimana koalisi pemberontak termasuk Nusra sahabat Al-Qaeda beroperasi.

Thomas Hobbes.

Leave a Reply