Dalam 24 Jam Jet Rusia Habisi 2 Komandan ISIS dan 300 Militan

Moskow – Serangan pesawat-pesawat jet tempur angkatan udara Rusia di Suriah dalam 24 jam terakhir menewaskan dua komandan ISIS dan 300 militan. Demikian disampaikan Wakil Kepala Staf Kementerian Pertahanan Rusia, Letnan Jenderal Igor Makushev. Serangan udara Kremlin itu dilakukan dalam 67 sorti yang menghantam 60 target secara terpisah di Suriah dalam 24 jam terakhir.

”Di antara target itu adalah pos komunikasi, pos komando, depot bahan bakar dan basis pelatihan teroris yang terletak di Raqqa, Latakia, Idlib, Aleppo dan Hama,” ujar Makushev, dalam press briefing di Moskow, seperti dikutip Russia Today, semalam. Makushev mengatakan ada rekaman drone yang sudah diverifikasi menunjukkan bahwa serangan presisi menghancurkan markas Liwa-al-Haqq, kelompok Islamis, yang telah memerangi pemerintah Bashar al-Assad sejak 2012.

Menurutnya, data dari intersepsi radio juga mengkonfirmasi tewasnya 200 militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan dua komandan seniornya. Sedangkan 100 militan lainnya yang tewas dalam serangana udara Rusia adalah militan kelompok Islamis di luar ISIS yang ada di dekat Aleppo. Khusus serangan di dekat Aleppo, kata Makushev, pesawat jet tempur Sukhoi Rusia menghancurkan lokasi persenjataan yang berada di area bekas penjara.

https://youtu.be/UU_yrPTh15Q

”Para militan mempertahankan kerugian yang signifikan dari serangan udara (Rusia), dan mereka mau tidak mau menyesuaikan taktik, menyebar di wilayah yang lebih luas, menyembunyikan diri mereka lebih teliti, atau bersembunyi di pemukiman perkotaan,” kata Makushev.

”Dalam kondisi demikian, angkatan udara Rusia terus mengintensifkan serangan udaranya,” imbuh dia. Agresi militer Rusia di Suriah untuk memerangi ISIS dan kelompok teror lain sudah memasuki minggu kedua sejak diluncurkan pertama kali 30 September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rusia diketahui mengerahkan 2 ribu personel militer ke Suriah, namun tidak memiliki rencana untuk mengerahkan tentara darat dalam memerangi militan radikal.

Sindonews.com

Leave a Comment