Oct 272014
 
Pasukan Raider

Pasukan Raider (photo: istimewa)

Seluruh Batalyon Infanteri (Yonif) yang berada di bawah Kodam XVII/Cenderawasih akan ditingkatkan statusnya menjadi Batalyon Raider secara bertahap hingga 3 tahun kedepan.

“Saat ini Kodam XVII/Cenderawasih memiliki 6 Batalyon Infanteri, dimana dari 6 Yonif tersebut baru 1 yang berkualifikasi sebagai pasukan Raider, yaitu Yonif 751/Raider yang berkedudukan di Sentani. Nah rencana kedepan secara bertahap ke lima Batalyon lainnya akan kita tingkatkan menjadi Batalyon Raider,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Fransen G. Siahaan, di sela-sela kunjungannya ke Yonif 751/Raider, (21/10) pekan kemarin.

image

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Fransen G. Siahaan. (photo: Jubi/Angrias RF )

Menurut Pangdam, ke 5 Batalyon yang akan di tingkatkan statusnya menjadi pasukan Raider adalah Yonif 752 / Wira Yudha Sakti di Sorong, Yonif / 753 Arga Vira Tama di Nabire, Yonif 754 / Eme Neme Kangasi di Timika, Yonif 755 / Yalet di Merauke dan Yonif 756 / Winame Sili di Wamena.

“Di tahun 2015, kita berencana mengirim 2 Batalyon ke Bandung untuk dididik menjadi pasukan yang berkualifikasi Raider. Dimana pada bulan Februari kita kirim Yonif 752 / Wira Yudha Sakti dan kemudian pada bulan Meret menyusul Yonif / 753 Arga Vira Tama dan tahun berikutnya menyusul 2 Batalyon berturut-turut hingga semuanya berkualifikasi Raider,” kata Pangdam.

Menurut Pangdam peningkatan kualifikasi satuan pemukul Kodam ini dilakukan mengingat ancaman yang dihadapi di tanah Papua ke depan. Selain itu dengan luas wilayah dan kondisi geografis, Papua membutuhkan kualifikasi khusus, sehingga pengamanan di Papua bisa dimaksimalkan untuk menangkal ancaman dari kelompok-kelompok bersenjata di Papua.(tabloidjubi.com).

  31 Responses to “5 Batalyon Pasukan Raider Papua”

  1. Jatahnya kopassus neh wat ngelatih dan ngedidik

  2. tes tess

  3. Semakin jelas arah ancaman utama dari mana…

  4. Selamat malam….!!!tuh di sonotan dah ada±20.000 manirin ASU….dah tepat nih….!!!lanjutkan…!!!

  5. byuhhh

    5 batalyon rekkk

    Si Asu dan freeportnya makin tenang nh di Papua :mrgreen:

  6. Pola rencananya bagus euyy.. kalau nambah batalyon nanti disorot sm antek2 HAM.. dikira melakukan operasi militer di tanah papua tercinta. Jadi tingkatkam saja kualitas nya daripada nambah kuantitas. Kalau mau diibaratkan 1 raider sama dengan 3 personil regular infanteri artinya secara tidak langsung kekuatan pemukul dari kesatuan infanteri setara dengan 15 batalyon. Dgn kekuatan 1 – 1.5 brigade memiliki kemampuan setara 1 divisi. Cerdas.

  7. Mantap.!!!

    Raider dan Marinir di Papua..persiapan ancaman dari sonotan

  8. Papua memiliki kekhasan alam, masyarakat, dan ancamannya. Mobilitas udara yang tinggi adalah wajib, tentu harus didukung kemampuan pergelaran pasukan melalui udara secara cepat dan tepat. Penguasaan medan tentu persoalan lain yang perlu dituntaskan. Hutan dan kontur di Jawa berbeda dengan Papua. Harus ada pendekatan lain untuk metode survival, logistik, pendekatan operasi, dsb.
    Kedua adalah pendekatan masyarakat. Di Jawa, TNI dan rakyat memiliki sejarah panjang kebersamaan. Di Papua, sejarah ini belum terbentuk secara matang, bahkan terjadi vis a vis TNI dan rakyat. Lebih banyak pendekatan kemasyarakatan yang disesuaikan budaya dan kebutuhan masyarakat Papua sangat penting untuk memenangkan hati rakyat. TNI datang bukan untuk melindungi kepentingan lain namun untuk turut serta melindungi dan membangun masyarakat.

  9. klw bisa tontaipur ditempatkan juga di setiap batalyon yg ada di papua biar nambah sangar ,,

  10. sikat habis TERORIS OPM ANTEK ASING …..

    • Kalau kamu ke papua akan tahu kondisi sosial sesungguhnya. Pemda gk bisa kerja, aparatur lain makan angin wes bablas pokoknya

      • apa skenario yang dimiliki jakarta untuk papua bung?
        Jakarta sudah kasih otonomi khusus papua, dari papua, oleh papua dan untuk papua. dana otonomi juga sudah diserahkan begitu besar ke pejabat daerah, tapi sepertinya sama oknum pejabat dibawa lagi ke jakarta untuk urusan perut dan dibawah perut. Sementara masyarakatnya lebih suka hasil pembangunan dari pada proses pembangunan itu sendiri. Pengen punya mobil, rumah, jalan yang bagus, uang yang banyak dikantong, bisa makan dan minum, mabuk dan teler setiap hari, tanpa perlu susah payah berkeringat untuk bekerja ataupun sekolah. Papua akan jatuh pada penawar tertinggi. Masih lebih baik pendekatan Freeport kepada masyarakat disekitarnya atau pembangunan sipil berbasis pondok pesantren yang asli orang papua.

        • Nah itu dia mangkanya masyarakat papua harus diberi penyuluhan anti Korupsi dan Negara khususnya melalui KPK juga harus sosialisasi ke Masyarakat Papua dan tidak ragu memiskinkan pejabat baik putra daerah papua maupun pendatang karena korupsi dana pembangunan papua sama saja memiskinkan warga papua

  11. Raider dan Mekanis dengan perlengkapan terbaik utk melindungi nyawa prajurit, didukung dng penerbad akan memberikan respon cepat dan perlindungan yang maksimal. ngimpi.com

  12. pembangunan di papua tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri nih, presiden Jokowi harus punya langkah khusus & langsung untuk menangani permasalahan yg ada. jangan sampai masyarakat papua lebih familiar dgn orang asing ketimbang dgn negara nya sendiri yaitu NKRI. saya doakan pak Jokowi mampu menangani.

  13. Ada istilah dipapua yg mengatakan bahwa ada uang tidur di jalan, tidak ada uang tidur dirumah…

  14. jos…perkuat tni di papua…

  15. selalu ingat yah.. prinsip yang harus di pegang oleh TNI….
    “Bersama rakyat TNI Kuat’…
    ini adalah prinsip kesatuan rakyat dengan angkatan bersenjata… yang jarang dimiliki oleh bangsa lain…
    jaga, rawat dan kembangkan kemanunggalan rakyat dan TNI…
    NKRI jaya

  16. Masalah Papua cuma dua,,,satu kesejahteraan Masyarakat,,,Dua Penegakan hukum secara tegas…Otsus dengan dana yang besar, hanya dinikmati oleh segelintir orang saja,,,sedangkan rakyatnya tetap masih miskin,,,,,miris,,

  17. nanti di papua di kasih leo ga ya?? salam kenal nubi yang selama ini hanya jd SR.

  18. Kalau mau baca sejarah Pasukan Raider kita, coba cek blog ini bung:
    http://raider-ari.blogspot.com/2008/06/raiders.html

    Kualifikasi:
    1. Ahli Gerilya
    2. Anti Gerilya
    3. Anti Teror

    Raider ini sudah jamak dimasa Soekarno, tapi hilang dimasa Suharto dan Hidup lagi dimasa Reformasi. Jadi Raider bukan kualifikasi baru di TNI. Kenapa dihapus dimasa Suharto, tanya kenapa? Kenapa Ryamizard yang hidupin lagi? Karena Ryamizard adalah putra Ryacudu sang loyalis Soekarno. Jadi ada benang merahnya di Ryamizard Ryacudu.

    Alutsista Raider yang utama adalah HELICOPTER, makanya disebut mobilisasi udara (Mobud), dan kendaraan darat lainnya seperti Anoa, Komodo, Truk dan 4×4. Raider tidak bisa terjun payung. Jika seluruh Batalyon TNI AD di papua berkualifikasi Raider atau Mobud, maka dapat dipastikan jumlah helicopter di papua akan meningkat, begitu juga dengan Anoa dan Komodo. Platform mobud ini yang paling sesuai dengan topografi papua. Untuk mengejar OPM hanya bisa disusul dengan gerakan lambung, mirip operasi Amerika di Vietnam. Jika OPM mau menang, maka OPM wajib bawa RPG. Sekali ketahuan OPM pamer RPG, tuh helicopter bakalan ngeri mau terbang.

  19. secara militer batalyon raider harus dilengkapi dengan alutsista yang cukup baik kuantitas maupun kualitasnya, terutama helikopter angkut serbu bersenjata, kendaraan intai taktis macam komodo wajib hukumnya dan jangan lupa jaket anti peluru, night vision google dan helm kevlar untuk setiap personel pasukan raiders

    secara teritorial, batalyon raider juga harus merebut hati masyarakat Papua melalui bantuan kegiatan pendidikan, dan pembangunan sarana dan prasarana bekerja sama dengan batalyon zeni tempur

  20. Mantap demi keutuhan NKRI

 Leave a Reply