Mar 302017
 

Pertemuan Presiden Prancis François Hollande dan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 29/3/2017 (Sekretariat Negara)

Jakarta – Delegasi Indonesia dan Prancis menandatangani lima “memorandum of understanding / MOU (nota kesepahaman) antara lain di bidang pertahanan dan pariwisata.

“Saya menyambut baik penandatanganan lima MOU yaitu di bidang pembangunan urban berkelanjutan, pariwisata, pertahanan, ilmu pengetahuan dan penelitian, serta pertukaran tenaga peneliti,” kata Presiden Joko Widodo pada konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Francois Hollande di Istana Merdeka Jakarta, 29/3/2017

Presiden mengatakan dalam kerja sama bidang maritim, Indonesia meminta kerja sama dalam memerangi IUU Fishing termasuk menjadikan IUU (Illegal, unreported and unregulated) fishing masuk sebagai “transnational crime organization”.

Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, kata Presiden Jokowi, kerja sama di bidang sinematografi, perfilman, fashion dan ekonomi digital akan terus dikembangkan.

Selain kerja sama bilateral, lanjutnya, Indonesia-Prancis juga melakukan kerja sama yang erat di berbagai isu internasional antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, serta dan melawan ektrimisme dan terorime.

“Kedua negara sepakat memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep ‘two state solution’,” katanya.

Presiden mengungkapkan Indonesia dan Prancis sebagai penyumbang pasukan perdamaian dunia, sepakat meningkatkan kerja sama termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia.

Presiden juga mengatakan Indonesia-Prancis juga sepakat penyebaran nilai-nilai toleransi dan menghilangkan xenophobia sebagai upaya memberantas ektrimisme dan terorisme.

Presiden Prancis Francois Hollande mengungkapkan adanya pasukan perdamaian merupakan komitmen Prancis-Indonesia untuk bersama-sama menghilangkan konflik di dunia.

Hollande mengatakan kerja sama pertahanan antara Indonesia-Prancis diperdalam karena kesadaran kedua negara dalam kemandirian di bidang pertahanan, termasuk alat dan personalia.

Di bidang pariwisata, kata Hollande, Prancis melihat Indonesia adalah kepulauan besar sehingga perlu dikembangkan transportasi dan juga akan meningkatkan kunjungan wisata.

Presiden Prancis juga menilai Indonesia memiliki warga negara mayoritas muslim terbesar di dunia, dan Indonesia memperlihatkan kebinnekaan yang toleran.

Hollande mengatakan hal tersebut menjadi ilham bagi Prancis, yakni prinsip kebebasan dan toleransi untuk menghilangkan terorisme tanpa ada diskriminasi.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  34 Responses to “5 Mou Indonesia Prancis, Termasuk Pertahanan”

  1. Tes,,

  2. Kerjasama Industri pertahanannya apa aja ya? Klu propelan PT.Dahana sudah. Apa Mistral dan Rafale termasuk akan direalisasikan?

  3. intéressant and mystérieux…

  4. Nyimak smbil nyruput kohwah jahannam

  5. @bung Rusky
    macam mana kira-kira bung rusky, mantab kalau bung rasa Gowind dan S1000 di kerjakan dengan prancis?
    seperti kata saya bung, waktu yang membuktikan segalanya.

    • 12 Gowind plus 5 Scorpene 1000 kelihatannya cukup cetar.

      Jadi light fregat / korvet kita bakal :

      26 PKR Sigma
      12 Gowind
      4 Sigma Diponegoro Class
      3 Nakhoda Ragam Class
      3 Malahayati Class
      16 Parchim Class (cadangan).

      26 + 12 + 4 + 3 + 3 + 16 = 26 + 12 + 10 + 16 =
      26 + 12 + 26 = 64

      Terlebih kalau ada TOT Exocet blok 3 dan
      TOT brake system pada Rafale M.

      Xixixixi

      • Koq Gowind-nya lebih banyak dari punya malon? Gak salah itung kan?

      • PKR 105 kita berarti isiannya sama dengan gowind ya?…Atau ada pembelian gowind juga?….Soalnya gowind 103m..Yah..Dimasukin yg kelas 105..Masih masuk..Untuk kasel..berarti pembelian Amur gagal,tapi kasel tersebut tetep bisa menembakkan rudal 300km kayaknya..Walaupun mungil..Hanya jumlahnya yg dibawa yg gak tahu..

    • Benar bung @Stepanus
      Cuma pertanyaan saya tempo hari blom anda jawab menyangkut spesifikasi Gowind nya yg menurut issu lebih besar dr yg sono punya. Apa pakai system pembagian modul jg spt PKR 10514.?

      • @bung rusky
        Bung,sekarang semua kapal hampir di buat dengan sistem modul. apalagi di negara eropa sana. alasannya lebih efisien.
        soal lebih besar… saya rasa tidak.. sepertinya versi standar. budget adalah alasan utama.

        • bung@Stepanus
          Maksud saya, apakah pake sistem pembagian modul spt PKR 10514 yg satu atau dua modulnya dikerjakan di Prancis.? Atau semua sdh di PT. PAL.? atau malah semua dikerjakan Perancis utk kapal ke 1,2 dan 3.?

    • Y…bung@S…ane masih ingat penjabaran ente tempo hari.Alhamdulillah…sedikit demi sedikit mulai terkuak.salam bung.

  6. Mau dong blajar bhs prancis biar bisa ngomong Je t’aime :*

  7. Mudah2n..te ote rudal…minimal exocet..laah..
    Salam dulur2 sakabeh warjag…muga urang sadaya di pasihan kasehatan ku gusti Alloh..

  8. semoga terealisasi dan bukan sekedar wacana.

  9. @TKG. Hitung
    jadi sekarang kita faham bahwa MRO fasilitas garuda dan Pelita air akan punya dwi fungsi.., jadi di mana porsi PT.DI ????? mari kita tanyakan pada isu-isu yang bergoyang….

  10. mungkin untuk pemenuhan 12 kapal selam agar cepat terealisasi,…

  11. Tes

  12. Presiden Perancis penasaran asal mbak Anggun

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)