Mar 252014
 
Indonesia Pesan 50 BTR 4 ke Ukraina

Indonesia Pesan 50 BTR 4 ke Ukraina

Ukraina mengumumkan adanya kontrak baru dari perusahaan  “SpetsTechnoExport” untuk pengiriman 50 kendaraan lapis baja APC BTR-4 untuk Angkatan Laut Indonesia. Indonesia merupakan negara kedua yang membeli BTR-4, setelah Irak menandatangani kontrak pasokan 420 BTR-4 tahun 2009 dengan nilai kontrak $457.5 juta.

Di akhir tahun 2014 ini nanti manajemen Spectechnoexport melakukan negosiasi antara Spectechnoexport  dengan perwakilan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Indonesia, bertempat di Jakarta. Dalam tahap awal Ukraina akan menyediakan 5 unit BTR yang diproduksi oleh  Biro Desain Morozov Kharkiv Machine.

APC BTR4 yang memiliki kemampuan bertahan  mumpuni

APC BTR4 yang memiliki kemampuan bertahan mumpuni

Kontrak ini adalah langkah pertama dari Program pembelian BTR 4 oleh Angkatan Laut Indonesia. Jika kontrak berhasil, akan dilanjutkan dengan pembelian 50 BTR 4. Ukraina berhasil menang atas pesaingnya rosoboronexport dari Rusia.

BTR-4 adalah lapis baja pengangkut personel beroda 8 x 8 dirancang di Ukraina oleh biro desain Kharkiv Morozov.

BTR-4 dilengkapi sistem senjata Grom yang terdiri dari senjata canon 30 mm, pelontar granat otomatis, senapan mesin 7.62 mm dan 4 roket peluncur anti tank. (Gue/ armyrecognition.com).

  133 Responses to “50 APC BTR-4 untuk Indonesia”

  1. Pertamax.. Semoga.

    • numpang pertamax 🙂

      mudah2n BTR ga terganggu krisis Crimea

      • amiennnn…

        @now : pesaing dari rusia ini menawarkan apa ya bung..koq bisa sampai kalah

        • mungkin dibundling dengan yang lain, misal pengembangan roket he he he.. boleh dibantu asal beli BTR (misalnya lho)
          Ukraina itu daerah mantan Soviet yang tetmasuk paling maju industri persenjataannya, setelah berpisah masih berkembang. MBT Oplot juga kan buatan Ukraine

          • iya juga bung..secara kita numpang belajar disana,supaya lancar dan ga pelit ilmu sekaligus beli cinderamata buatan sana.. 🙂

          • Bung Nowyoudont, selamat pagi..! Mau nambahin. Selain industri persenjataannya, Ukraina boleh dibilang sebagai negara eks Soviet yang paling maju dalam berbagai industri yang dimilikinya. Karena dari dulu, Ukraina ini telah menjadi lumbung industri sekaligus lumbung pangan Uni Soviet. Dalam sektor otomotif, bahkan Ukraina sudah cukup jauh mampu meninggalkan rival-rivalnya dari Rusia. Teknologi otomotif Ukraina sudah dipandang setaraf dengan teknologi otomotif Perancis dan Swedia, walaupun masih kalah jauh dengan Jerman, Inggris dsn Italia. Tapi hampir di seluruh jalanan Eropa yang pernah saya telusuri, populasi mobil dengan merk Skoda, sudah sangat membanggakan. Bahkan di Timur Tengah, mobil ini menjadi primadona bagi para pedagang yang harus menempuh perjalanan darat yang jauh. Sayang, di Asia Tenggara mobil ini hanya masuk sampai Singapore. Niat mereka untuk memindahkan basis produksi mereka ke Indonesia, masih menemukan hambatan dari Kemenperin RI.

          • Skoda! favourite-nya James May?
            Iya bung @yayan, populasinya juga nyaris 50 jt jiwa, artinya Russia kehilangan SDM cukup banyak ketika Ukraine lepas dari Soviet. mungkin karena letak geografisna yg nempel ke eropa, sedang populasi Russia memang timpang banyakan di sebelah barat

          • @ yayan: maap om, skoda bukannya buatan Ceko ya? Kl ga salah masih anak perusahaannya VW
            Merk Ukraina itu Lada
            CMIIW

          • Yup, anda benar..! Brand owner dari Skoda memang Ceko. Tapi waktu masih terbentuknya Fakta Warsawa, mobil ini terpilih menjadi mobil resmi negara-negara Fakta Warsawa. Pengembangan teknologinya sempat ditangani team R&D Soviet, yang berkedudukan di Ukraina. Peran Ukraina sangat vital, mungkin kalau di Indonesia setara dengan Jatim dan Surabayanya.

      • Napa memilih btr 4??? Tp kmrn tni al kesemsem sm btr 80A, mhn para sesepuh infokan perbedaan btr 80 a dgn btr 4, apa ga repot tni al merawatnya??? Koq ga dibeli saja lanjutan dr btr 80a?? Maaf sesepuh warjag mhn pencerahan jg apa beda btr 4 dgn btr 3e yg dipesan thailand??? Monggo, sila dijawab…

    • Bener bun Now,….

      Indonesia mensyaratkan ToT untuk pembelian, mungkin Rusia pelit, sehingga dialihkan ke Ukraina.
      ToT bukan hanya berhubungan dengan barang yang dibeli, namun bisa hal lainnya, semisal ToT ROKET, Ukrania juga sangat mahir dalam peroketan macam “Tsyklon” Family

      Mungkin ini langkah awal “merayu” Ukraina

      • Yup bener bung Melektech, ini berdasarkan landasan hukum Indonesia-Ukraina tahun 2009 yang didalamnya berbunyi ini

        “Perjanjian Kerjasama antara Badan Antariksa Nasional Ukraina dan LAPAN Indonesia dalam kerjasama di bidang eksplorasi dan penggunaan luar angkasa untuk tujuan damai,”

        dan ini juga

        “Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertahanan Ukraina dan Departemen Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia dalam kerjasama dibidang persenjataan, peralatan militer, bantuan logistik dan bimbingan teknis,”

        Nah untuk ToT roket pada tahun 2009 tim Lapan diberangkatkan ke Ukraina untuk belajar, dan awal tahun kemarin tim sudah balik untuk membantu mengembangkan RX-550 Double Stage dan RX-750. Disana materi belajar salah satunya tentang nosel dan teknologi propelan ukuran besar.

  2. hehehe…

    nggak nyangka… bisa runner up juga

    hadir… nomor 2

  3. Milu sik

  4. nyimak

  5. a true sense of business as usual…

    padahal orang sejagat ketar ketir memantau perkembangan di sana..

  6. BTR 4 ga akan terganggu wong bentar lagi juga nyatu ama induke.

    • walau nenek moyangnya sama, tapi pengembangannya berbeda. Crimea hanya secuil dari segi luas tapi besar nilai strategisnya

      • bung @ nowy, kalo di Indonesia Crimea bisa diibaratkan seperti Batam kali bung ya? CMIIW

        • kebalik atuh bung jondel, kalo di indonesia Crimea itu bisa diibaratkan seperti semenanjung dan kaltara, dan kita (RI) adalah Rusianya…. 🙂

        • kalo dari segi perbandingan (crimea trhdp Ukraine), Batam kurang luas. lebih mirip Singapura terhadap Indonesia :mrgreen: Crimea strategis bagi Russia dalam hal geografis untuk membendung eropa di Laut hitam, sekarang saja armada Russia memang bermarkas di Crimea, sewa, tapi setelah referendum mah gratis.

          btw, dulunya Crimea memang wilayah Russia, hanya saja oleh Stalin (?) dialihkan wilayahnya pada negara Ukraina. Makanya ketika Soviet pecah Crimea ikut ‘hilang’

          • Betul Bung Now, Semenanjung Krim memang aslinya milik rusia shg rusia berani mengambil kembali. sudah ditegaskan bhw rusia tdk akan menganeksasi ukraina timur krn memang bukan haknya. Duniapun diam krn klaim rusia memiliki dasar. Mungkin suatu kali dg alasan yg sama kita bs menganeksasi singapura tentu kalo militer kita sudah sekuat Rusia…

          • reaksi barat/NATO juga lesu, Russia memang punya dasar jauh lebih kuat daripada tindakan barat selama ini mengacak-acak negara orang. tapi lain cerita jika wilayah Ukraina dengan penduduk Ukraina yang dicaplok. Mungkin kalo itu NATO-pun mau tidak mau akan bergerak

          • AFAIK,,
            Bukannya zaman nikita krushcev yah crimea di kasih ke ukraina???

          • iya, jaman krushcev.. 20 tahunan lalu

          • ow .. jaman krushcev ya? thanks, saya tadi juga agak lupa dan ga yakin

        • natuna bung!!!!!!

  7. Wah… wah… wah…. om Putin bisa spanning nih …..

  8. Ini merupakan langkah cerdas pak menhan atau malah mis komunikasi antara user pengguna dan keinginan pak presididen kita yg mencanangkan moderinisasi alutsista TNI AL sebagai user yg mau menggunakan produk alutsista buatan pindad 😀

    Nasid pindad di ujung tanduk.

    Disatu sisi di banggakan untuk di bawa di promosikan setiap ada ajang pameran alutsista baik dalam maupun luar negeri, di sisi lainya TNI AL malah memalingkan muka dan menjatuhkan pilihan BTR 4 sebagai arsenal yg sudah teruji kehandalanya

    Semoga pendapat saya tidak benar

    • jangan berburuk sangka dulu…

      kita juga beli tarantula untuk kemudian diadopsi teknologi amfibinya ke anoa 2…

      semoga saja setelah akuisisi btr 4 ada teknologi yang bisa kita adopsi ke anoa….

      misalnya roda penggeraknya tidak lagi 6 tapi menjadi 8 seperti trend terakhir…

      atau kalo mau sedikit mimpi… akan ada kendaraan baru di atas anoa kelasnya khusus untuk mainan marinir…

      selamat mimpi… berawal dari mimpi kita kemudian punya semangat untuk mewujudkan sesuatu…

      • Today Best Comment bung afiq0110
        selalu ada hikmah di balik suatu peristiwa hehehe
        Positive thinking itu harus selalu dikedepankan
        Kalo di FB pasti saya langsug Click Like :(y):

        • Bagus tu usul Bung Peminum Solar eh Bung Diesel 🙂
          Gimana kalo ada fasilitas like-dislike pada tiap komeng, tapi bukan fb (kan formil high level bukan tempat nongkrong alay)…
          Bisa diatur bung Now dan Bung Diego???

      • saya se7 dengan anda bung @ Afiq, barang kali nanti anoa jadi menggunakan 8 roda & dipasangin turret siapa tahu! ( ngarep.com )

        • Curiga boleh dong 😀
          Asal ga menuduh tanpa bukti

          Kalau pindad ga da yg order trus gmna caranya pindad dpt menghasilkan produk alutsista yg canggih 😀

          • @ mas arjuna..

            beli baru… bongkar jahitan… adopsi ke produk sendiri…. atau kembangkan lagi dalam bentuk produk baru…

            itulah strategi cepat untuk alih teknologi…

            sama seperti korsel alih teknologi kapal selam U 209 yang mereka kembangkan menjadi chang bogo…

            tetap optimis teman… keep smile… (seperti kata caesar… yuk kita joged)

            @ diesel… transfer tunai aja teman… lebih berasa ketimbang diberi jempol… hehehe

            @ joni gudel… mari kita ngarep.com bersama…

          • Sepertinya tidak om arjun, Anoa versi amphibi jalan terus, mungkin tahun ini jalan di sungai/danau, tahun 2015 sudah pakai hydrojet jadi sdh bisa di laut.
            Anoa 8×8 dalam pengembangan.

          • Arjuna…
            Apa kalau indonesia tidak beli cn 235 /290.pt Di bisa seperti sekarang.

            Apa kalao indonesia tidak beli LPD dari daewo indonesia bisa jual LPD KE phinoy,,dan membuat sendiri,

            Apa kalao indonesia tidak beli roket /rudal untuk mInta tot apa juga bisa buat sendiri hing??

            Semua itu sudah ada jalanya.dan pemerntah sudah fikirkan masak2.pasti ada imbal baliknya.
            Apalagi sekarang di terapkan uu untuk membeli produk dlm negri dan bila belum mampu beli dari luar.
            Dengaan syarat TOT ( tranfer of technology

            Memang indonesia bisa huat tapi butuh waktu yang lamaaaaaaaaaaaaaaa bung.belum lagi di jegal para lsm yg tidak mau maju,

            Semua itu sudah ada jalanya masing2.

          • Bung Arjuna, sudah ada undang-undang yang melindungi dan mengembangkan industri dalam negeri. Untuk barter teknologi roket mau tak mau kita mesti begini caranya. Tapi menhan juga orang pinter, yang dibeli dalam jangka panjang akan bermanfaat juga untuk dikuliti, untuk belajar pengembangan panser domestik. Jadi melihatnya jangan jangka pendek, karena adakalanya jangka pendek tidak enak, tapi akan panen di jangka panjang. Yah, pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Btw, saya tahu betul cara berpikirnya think tank nya pak menhan yang di kampus di Bandung. Salam NKRI

      • Yup bener bung Afiq, ini salah satu pengembangan kita ke APC 8×8 dan diambil juga untuk teknologi amphibious-nya.

        • Napa memilih btr 4??? Tp kmrn tni al kesemsem sm btr 80A, mhn para sesepuh infokan perbedaan btr 80 a dgn btr 4, apa ga repot tni al merawatnya??? Koq ga dibeli saja lanjutan dr btr 80a?? Maaf sesepuh warjag mhn pencerahan jg apa beda btr 4 dgn btr 3e yg dipesan thailand??? Monggo, sila dijawab…

          • Karena barang sdh ada milik sa udi dan discount gede

          • Karena BTR4 kita ditawarin dibantu pengembangan anoa kita menjadi 8×8 dan juga teknologi amphibiousnya. Di Btr4 juga banyak modelnya, salah satunya model kanon 120 mm (maaf namanya lupa) dan grom…

            Mungkin ada yg menambahkan..

            Note: bung joen saya minta maaf ya, disini tidak ada sesepuh2an… Kita sama2 siswa yg saling sharing ilmu atau pengalaman… Terima kasih bung, salam kenal

          • iya bung bisa dipasangi cannon 120mm alias setara daya pukul MBT. nyumbang gambar kemampuan BTR4 yang diicar Anoa:

    • Sepertinya tidak om, Anoa versi amphibi jalan terus, mungkin tahun ini jalan di sungai/danau, tahun 2015 sudah pakai hydrojet jadi sdh bisa di laut.
      Anoa 8×8 dalam pengembangan.

      • Iya bener bung, cuman pengembangan masih di 4×4 dan sekarang masih ada beberapa masalah, makanya kita perlu ToT untuk menyempurnakan panser amphibious kita. Dipilihlah BTR4 yg teknologinya 11/12 ama BTR80a kita…

  9. Nampaknya gerak maju marinir kita semakin tak terbendung . Sepertinya kendaraan tempur yang bisa menaklukan medan seperti Lahad Datu atau gurun di Oz juga ,uppss….

  10. ini BTR-4 yang dibeli indonesia yang versi apa yahh,trus pengirimannya kapan om?,sama kalo pangkalan marinir 10 di batam itu dilengkapi sama alat tempur berat gak yah om?maaf OOT…

  11. kalau tidak salah ada ini ada juga varian canon 120 mm. dejavu anoa versi canon.

  12. Semoga BTR-4 yg akan dikirim ke indonesia bukan 40 BTR 4 yg ditolak oleh Irak karena kualitasnya tidak seperti yg dijanjikan oleh pihak produsen..

    • jadi teringat kasus bus china yang diimport pemprov dki kemaren. Kilat dan licin luarnya, tapi karatan isinya… moga2 pekerja dipabriknya tetap konsentrasi ngerjaiinnya, meskipun dikepung tentara om putin di perbatasan.. hehehe..

  13. Bicara soal Tank… pernah suatu waktu sat.kav di tempat ane mo ngadain latihan… trus bawa tank dari kandangnya….. tau tau tank itu brenti deket persimpangan rumah saya…. sambil liat liat para crewnya kluar dari dalem,, ada yang buka baju karna kepanasan…. ternyata usut punya usut… itu tank ngadat… pantesan tinggalnya lama gak jalan jalan…. ampe ampe penduduk sekitar pada heran….. kasian tank tank nya Kodam VII…. dah pada tuwir…. lom dapet jatah kali yang baru….

  14. Kayaknya untuk pergerakan marinir lintas udara dalam 1×24 jam bisa digerakkan, kemana pun di wilayah Indonesia, khususnya pertahanan pantai/pesisir. Untuk darat, kombinasi dengan kostrad dan kopassus sebagai pasukan pemukul.

    Btr 4, Natuna ?

    • Apakah pembelian ini sudah dikaji masak2 oleh menhan, ingat loh om, pak presiden kita pernah berujar bahwa “moderinisasi alutsista TNI menggunakan 2 cara, kalau bisa diproduksi dalam negri maka wajib hukupnya TNI harus membeli, dan apabila belumbisa prodksi sendiri maka boleh beli tetapi harus dibarengi syarat ToT”

      Semoga ada keuntungan yg bisa diperoleh demi kedaulatan dan kemandirian alutsista

      • Bung arjuna
        Pengembangan anoa memerlukan suntikan teknologi
        Anoa masih belum bisa diinstal turet canon dikarenakan posisi mesinnya ditengah maka membeli tarantula untuk dipelajari

        anoa juga belum ada varian 8 roda dan bisa berenang maka dibeli lah BTR-4 ini

        Saat ini pemenuhan dari Stop gap yang kondisinya memperhatikan
        Kita membeli dulu untuk pemenuhan jumlah minimum
        pengadaan berikutnya untuk penguatan membeli dari Pindad yang sudah menyedot ilmu dari teknologi tarantula dan BTR -4
        imho

        • Iya bener bung Satrio, Tarantula dan BTR4 ini salah satu pengembangan ke 8X8 dan BTR 4 difokuskan ke amphibiousnya. Terakhir anoa juga masih bermasalah di teknologi amphibiousnya.

  15. Kelihatannya lebih garang btr 80/90 rusky

  16. @om nara,om satrio.. bagaimana kabar kerjasama dengan turki ..katanya tahun 2016 baru kelaur prototipenya… lama juga ya…. hehehe

  17. BTR-4 versi dasar lebih tepatnya masuk kategori APC murni.
    Sedangkan BTR-4 versi yang kita pesen untuk marinir adalah yang menggunakan dudukan kubah serbaguna yang dapat dipasang berbagai jenis modul senjata (diantaranya MANPADS, canon 30 mm, dan rudal anti tank).

    Marinir mempunyai 12 biji BTR 80 yang produk rusia asli
    BTR -4 ini untuk melengkapi jumlah yang 12 unit itu

    Sebenarnya Pembelian BTR 80,BVP 2 adalah proyek rahasia pengadaan jaman Orba
    BVP 2 itu kedatangannya baru dipublis sekitar thn 2002/2003..padahal dicilandak dan Karangpilang sudah ada barangnya sejak thn 1997/1998
    Satu lagi kalau masyarakat jeli Tank marinir PT 76 dan BTR 50 peninggalan Orla tidak berkurang jumlahnya padahal sudah banyak yg jadi monumen dan rusak ,,release resmi nya TNI AL beralasan PT 76 dan BTR 50 milik TNI AD diberikan kepada Marinir,
    Padahal secara diam diam pada tahun 90an kedua Tank itu didatangkan dari salah satu negara eropa timur dan baru direlase dimedia thn 2000 an

    Pembelian alutsista secara rahasia juga dilakukan oleh Orba .dan suatu saat akan direlease secara resmi walupun jumlahnya tetap disamarkan
    Ini pelajaran buat kaum hoaxer bahwa sejarah pembelian secara rahasia itu ada di Indonesia dan bukan hal yang mustahil sekarang pun demikian

    • Hehehe…..BTR 50 dan PT 76 pd jaman orba jg ad yg kt ambil dr stock tentara ukrain loh kang,palin jelas bedanya di BTR 50, antara yg punya Ukrain dan Ruskie….ayo bedanya dmn Kang ? Ntar tak kasih hadiah buat akang loh klo akang jawab….hehehe
      Kabur ah…..hehehe

      • Bedanya di tulisan made in nya bung 😀 😀 just opinion

      • @Bung KRI
        Bedanya yang dari ukraine knalpotnya di sisi kiri bagian depan dek mesin 😀 dan ini yang paling bener BTR-50 PK dari ukrania dilengkapi tutup kabin (hatch)
        saya tunggu hadiahnya ,,,dulu janji mau ngasih kaos seskoal ya kagak dikirim kirim 😀

        Lama banget bung tugasnya diutara jadi jarang nongol
        Nunggu giliran piket baru seharian nongol ente bung

        Gantian tanya beda AMX 13 yang beli dari perancis dan AMX 13 dapat hibah dari belanda apa ?
        ehh warjager tau nggak kita pernah dapat hibah AMX 13 dari belanda
        hehehehehe

    • Pantas saja negara kita ini tidak hanya dilirik oleh negara2 Barat, akan tetapi dilihat dan dipelototin alutsistanya ya? Ternyata tdk pd masa Orla saja kita ambil barang dr Eropa Timur, tp pd masa Orba pun juga demikian…
      Matur nuwun infonya bung @Satrio

      • Dan masih ada juga alutsista untuk marinir lainnya 😀
        Biar nanti dijelaskan oleh bung KRI yang punya role

        • gampang dicari saja suatu output yang diluar sisttem yang sudah menjadi standartnya ,bila ada dicari dan buang
          macam pencuri mobil membuang tambahan gps pada mobil yang dicurinya agar tidak terlacak dibawa lari kemana

  18. ada dua sisi yg menarik disini…

    1. Dari sisi yg mewakili kegarangan untuk kendaraan tempur sejenis apc, ifv dst maka secarajujur memang marinir mempunyai kendaraan yg garang dibanding saudaraya tni ad. Diluar tank krn kita blm bisa memproduksi mbt dan medium tank.
    2.dari sisi “mencintai produk indonesia” maka tni ad juaranya, apapun alasannya memang punya produk dlm negeri klo nggak dipakai sendiri khususnya TNI sbg usernya ya omong kosong. Anoa, ss1, ss2 yg mjd pelopornya adl tni ad.

    Ini diluar membahasan soal te o te mslh roket, krn itu bisa berdiri sendiri soal kerjasama di bidang tsb

    • Ini karena berpuluh tahun sang pelaut (kita) tersesat dalam benua. Mindsetnya selalu darat, sehingga hasil akhir mencipta barang-barang kebutuhan daratan. Begitu mau buat ke laut, jadi gagap. Senapan, APC, Tank bahkan Pesawat untuk kebutuhan laut gak gampang buatnya, selain masalah metalurgi yang harus anti karat namun tetap ringan dan tidak boros, juga masalah komunikasi, navigasi dll jauh sekali dibandingkan kendaraan tempur darat….
      Kalo kita nunggu Pindad, ama PTDI buat kendaraan dan helikopter khusus di laut atau amphibi, baru kelar tahun 2025 mungkin….

  19. standart lapis baja itu tahan terhadap apa aja?

  20. Permisi ikut nanya apakah indonesia bisa membuat atau sdh ada tot klau tidak salah baja campur kobalt ataupun bahan baja lainnya utk kendaraan perang lapis bajanya yg konon tahan terhadap serangan rudal anti tankk kaya punya luar, soalnya percuma canggih2 tp sekali kena rudal ambrol terima kasih

  21. Pendapat saya, Ukraina merupakan partner pengembangan alutsista nasional yg tidak kalah penting dari Rusia, apalagi sekarang mereka lagi krisis financial.

    Pendapat ini berdasarkan bahwa sejak zaman Soviet Rusia sampai Federasi Rusia banyak sekali alutsista Rusia yang dikembangkan dan diproduksi bersama Rusia dan Ukraina dengan semacam pembagian tugas.

    Contohnya antara lain:
    – Antonov design bureau itu ada di Kiev, produknya antara lain An-124 Condor/Ruslan pswt angkut berat yg bawa Flanker kita kemari.
    – An-70 sbg pengganti An-12.
    – Rudal anti tank Konkurs, Metis.
    – Rudal anti tank Falarick yg bisa ditembakan dari moncong meriam 105 sd 120 mm.
    – Grenade launcher UAG-40 paling ringan di dunia dgn amunisi granat 40 mm yg mudah didapat.
    – Rudal air-to-air P27
    – Radar darat
    – Panser MBT dan BTR
    – Integrasi dengan produk Barat.
    – Teknologi roket balistik.
    – Teknologi gyro stabilized guidance platform.
    – Teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System) yg dapat memanfaatkan satelit dari U.S. GPS, Russia GLONASS, dan EU GALLILEO serta PRC/ China COMPASS.
    Semuanya dapat dilihat di http://www.ukroboronprom.com.ua.

    Intinya adalah, lebih mudah ToT dengan Ukraina daripada dengan Rusia, kecil diembargo, tidak ada kepentingan tersmbunyi/ terkait kepentingan Indonesia, apalagi sekarang mereka sedang kesulitan keuangan. Jangan telmi lagi.

  22. Gue say “Di akhir tahun 2014 manajemen Spectechnoexport? melakukan negosiasi antara Spectechnoexport? dengan? perwakilan? Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Indonesia”. Mana ada akhir tahun 2014 tengah bulannya saja belum lewat. ini info dari mana lagi ini. ?

  23. saya ga tau bung 😀 sayangnya saya tidak masuk kategori musketeer. tapi bung Satrio pernah memberikan informasi bahwa ada opsi tambahan tank Leopard dari Spanyol, mereka memang punya Leo 2A4 dan ingin menjualnya karena juga telah menggunakan Leo 2A6 yang lebih baru. Konon unit akan direfurbish di Rheimentall dan sebagai imbalan akan ada ToT Turret. maaf kalo salah memberi keterangan, saya lupa di thread apa posting mengenai hal ini

    • ToT canon dari rheimental

      • cannon pan nempelnya di turret bung 😀 kecuali jika system penembakan dan cannon akan dijahit dari sistem yang berbeda. IMHO menurut saya lebih rumit dan riskan untuk kita yang sedang belajar

    • mantap… senyum saya makin lebar hari ini…

    • semoga leopard yang dari spanyol diupgrade ke seri revolution… jadi bisa untuk perang dalam kota…

      bisa kasih bocoran jumlah unitnya mas ?

      • lupa euy 😀 jika tidak salah sekitar 100-an unit Leo 2A4 spanyol yg dibeli bekas dari Jerman taun 2000an, mereka juga kemudian beli type 2A6 baru dari Jerman. “Jika jadi” kemungkinan Leo 2A4 itu yang dijual. Spanyol kan juga termasuk negara EU yang mengalami krisis ekonomi dan butuh dana segar.

        yang heboh “issue” MBT eks Russia, jumlah stock-nya ada ribuan, seperti kita tau 2015 AD Russia akan mulai menggunakan tank baru Armata. untuk berita ini coba tanya bung Satrio atau bung Nara

      • Oh.. atau tunggu saja berita artikel bung Nara nati 🙂

  24. oerlikon memang sangat keren dan juga mahal banget. Untuk ini ada beberapa informasi dari bung Nara dan bung Jalo. Menurut informasi itu pertahanan udara kita tidak hanya bergantung pada produk yang dilaporkan media, dan upaya memproduksi alutsista pertahanan udara underway untuk segera bisa diproduksi di dalam negeri dengan asistensi negara asing dan ToT

  25. nyimak sambil menghirup harum nya 3 bunga mawar, yang akan dipetik esok hari.

  26. Mau tanya nih kpd sesepuh… penempatan mesin di tank/apc spt ini ada yg terletak di dpn dan di tengah bs dijelaskan kelebihan dan kekurangan’y? Apakah penempatan mesin ini jg ada pengaruh’y trhdp center ov gravity kendaraan tsb agar tidak mudah terbalik jika menghadapi trek dengan kemiringan ekstrim? Bagaimana jg pengaruh trhdp proteksi trhdp awak kabin’y? Karna dri yg saya baca penempatan mesin yg terletak di dpn memberikan kelebihan proteksi utk awak’y.. mohon di berikan pencerahan

  27. APC BTR 4 murah & Menhan uji coba dulu 5 unit juga ToTnya, sebelum kontrak 50unit berikutnya Deal.

  28. Oerlikon Skyshield memang tidak mobile dalam artian diintegrasikan ke platform beroda tapi setahu saya masih bisa dipindah dari tempat ke tempat lain. CMIIW

    • kalo konsepnya untuk pertahanan titik… maka dia nggak boleh dipindah mas kian santang…

      kalo unitnya dipindah ke titik lain… maka obyek vital yang dijaga di tempat awal akan tidak lagi mendapatkan perlindungan…

      makanya disebut sistim pertahanan titik… diperuntukkan bagi pengawalan terhadap obyek-obyek vital strategis…

      jadi sekali di paku di situ… nggak boleh dipindah kecuali ada sistim penggantinya…

      menurut ane begitu teorinya mas… maaf kalo ada penuturan yang kurang berkenan…

  29. Menurut saya, tidak benar juga. Persyaratan TOT ini memang sudah dialamatkan di UU sehingga wajib dilakukan untuk setiap pembelian alutsista. Pembelian alutista yang dibeli TNI memang sdh dibuatkan list sesuai dgn kebutuhan dan spek yang diinginkan TNI. Untuk pembelian alutisista ke pabrik2 yang lagi mempunyai masalah financial itu memang suatu keuntungan bagi sehingga prasyarat ini bisa mulus terlaksana, tapi bagi pabrik-pabrik yang kebanjiran order seperti sukhoi family, turcano,dll negoisasi kontraknya pastinya lebih alot walaupun mereka sudah tahu bahwa konstitusi kita mewajibkan TOT.

  30. dan untuk mendinginkan perasaan Ukraina yang sedang keteteran dengan papa bear, kemenlu RI pun memberikan statement bahwa negara Indonesia tidak menyetujui aneksasi krimea dengan russia 🙂 coba kalau ngomong setuju atau ga urus, bakal batal dikasih BTR4 :)..salam

    • Tapi pintarnya indonesia, sebelum mengeluarkan statement tsb, kita konfirmasi dulu ke rusia, sama halnya ketika kita mengumumkan statement yg ada hubungannya dengan cina. Politik dagangan diperlukan disini karena ilmu untuk transfer teknologi tinggi biayanya sangat mahal mengingat mereka juga perlu biaya besar untuk RnD.

  31. maaf bung @jalo…ane pernah ngeliat
    di tayangan program khusus ttg perkembangan roket nasional
    di salah satu tv berita nasional…(ane lupa awal th ini atau akhir th lalu ),
    di saat salah satu ahli sedang di wawancara (entah di mana…(tampak seperti workshop/pabrik )
    dibelakangnya terlihat jelas ada seorang bule setengah baya berwajah kaukasia (maaf..perkiraan ane aja) di
    antara orang2 Indonesia lainnya….mungkinkah orang tsb bagian dari assistensi dalam program tot ?

  32. testing untuk bisa up to date

  33. Ini sedikit info tentang pengembangan roket balisitk/roket kendali pertahanan pengembangan dalam negeri oleh Lapan untuk renstra 2010-2014…

    Roket lapan yang dapat dikonversikan ke pertahanan yaitu :

    TNI AD : RX-100 (R-han 122 sekarang dalam uji tembak agar mendapat tabel sasaran)
    TNI AL : RX-100 (R-han 122b sekarang dalam pengujian untuk mendapat tabel sasaran) dan RX-320.
    TNI AU : RX-70, roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) dan RX-…

    Rencana renstra (2015-2019) kedepan…

    – MTCR (Missile Technology Control Regime)-Menyempurnakan
    – Peluncuran roket dalam negeri dengan jarak jangkau lebih dari 300 km, (RX-420, RX-550, RX-720 multi stages dengan jarak jangkau 400 km atau lebih. –> Sementara untuk pengembangan roket peluncur satelit.
    – Peningkatan kinerja roket lapan dengan 50% bahan baku propelan buatan Lapan.
    – Kemampuan dan penguasaan desain dan rancang bangun satelit kelas 50-300 kg dan pengoperasiannya.
    – dll….

    Maaf OOT (sudah ngerti bahasanya sekarang, hehehhheehe)…

    Mungkin bermanfaat….
    salam

    • Menyempurnakan MTCR karena apa ??

      MTCR
      Missile Transfer Control Regime adalah sebuah aliansi beberapa negara maju yang berusaha membatasi penyebaran teknologi roket. Karena itu LAPAN sangat kesulitan mendapatkan bahan propelan untuk roket RX series. Meski demikian kini mereka sudah bisa membuat bahan propelan sendiri dengan bahan dasar Amonium Perklorat. Tidak hanya bahan propelan yang sulit didapat, logam khusus yang diperlukan untuk nozzle roket pun sulit didapatkan sehingga harus dibeli dari pasar gelap.

      teknologi roket ini adalah dasar dari teknologi missile atau peluru kendali. Jika suatu negara bisa membuat roket dengan jangkauan di atas 300 km maka dia tinggal mengembangkan teknologi pengendali roket dan menambahkan hulu ledak maka akan menjadi sebuah senjata yang memiliki efek penggentar tinggi.

      Menyempurnakan Amonium Perkhlorat dan Hydroxy Terminated Polybutadiene (HTPB) biar tidak dibatasi oleh kebijakan MTCR… Alhamdulillah China dan Rusia insyallah bisa pasang badan buat kita.

      Seperti biasa, semoga SDM dan anggaran tidak seret lagi… Amieenn

      • Nah.. Bung jalo.
        Kita berharap anggaran saja ,SDM sudah tak diragukan,tapi sumber dana ini yg harus dikaji, dan ti tambah lagi untuk RnD nya.

        Jangan sampai ini mandhek di DPR.roket salah satu alutsista yang memiliki deterjen tinggi.tidak menutup kmngkinan dengan roket dalam negri akan meningkatkan citra bangsa ini di dunia peroketan,apalagi dr informasi bung jalo diatas sudah yakin , saya jamin china rusia tidak akan diam saja, apalagi indonesia memiliki pasar luas di asi,afrika dan timur tengah,

        • Kalau yang dijual cuman R-han 122, 220 dan 320 aja bung Patech…
          Soalnya kita terbentur kebijakan MTCR…

          Dan perlu diketahui bung Patech, SDM itu sangat perlu..
          saya beberapa kali main kesana dan saya lihat sendiri, 1 ilmuwan bisa megang 3-4 proyek roket… kasihan ilmuawannya, jadinya gak fokus… Perekrutan banyak, tapi calon ilmuwan ini harus di training lagi, dan itu butuh biaya. Nah, biayanya ini yg masih diperjuangkan di DPR… Kayaknya ilmuwan kita dibatasi oleh DPR yang mengaku mewakili rakyat…

          Untuk anggaran program dari renstra 2010-2014 itu 500 sekian milliar (ini termasuk pelatihan dan belanja pegawai) tapi Alhamdulillah banyak hasil yang didapat… Tapi tetap miris dan sedih dengan anggaran dari negara lain, contoh Vietnam yg dianggaran sekitar 8 trilliun untuk pengembangan 3 roket dan Malaysia yang 4 kali lipat dari anggaran kita dan hasilnya Alhamdulillah belum ada kemajuan…

        • Bung Patech ini foto saya scan dokumen anggaran Lapan… Ini sudah termasuk belanja pegawai, pembangunan pabrik ditanah air, pelatihan, capacity building, pembangunan fasilitas, R&D, dll… Miris ya, banyak tipe yang ditargetin lagi T_T

          Dan ini kelemahannya Lapan

          Semoga pemerintah membaca biar UU nomer 17 tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional tahun 2005-2025 bisa tercapai… amieen

          • Betul sampean bung..ternyata SDM KITAbanyak yg di jegal sendiri oleh anggota hewan tidak terhirmat..
            Dananya masih minimalis,untuk ukuran lapan,tidak sebanding dwngan hasil yg akan di capai nanti,
            Kalau untuk di pertahanan alutsista di berbagai matra selalunya di jegal parawakil rakyat,

            Tidak sinkron dg apa yg di petahankan,
            Ciba saja kunker keluar negri dikurangi,buat blanja lapan,dan alutsista, pasti menarik, segera terealisasi . Saya rasa menurut saya yg fansboys dpr adl musuh dalam selimut,, mereka berdiri diatas keringat org lain,

            Sudah tidak aneh lika liku dpr

            Thanks bung infonya…
            Maaf telatt

      • @bungjalo kalau di indonesia ada pabrik hasil cracking propelan = propane = c3 & polybutadiene = butadine ttp ini hanya tuk industri lokasinya di jawa .. barat thank

        • Iya rencana PT Dahana mau membuat tapi masih terjendala anggaran. Karena membuat pabrik porpane itu membutuhkan biaya besar. Mudah2an teraksana ya, tempat pembangunannya kereen

    • Ayo bung Nowy, itu foto diatas rudal untuk matra yang mana… Kegunaannya untuk apa? 🙂

      • maaf link kelewat dinaikin 😀 nyerah bung, tapi kl RHan untuk AD kan? dan jika belum ada guidance paling ya buat area bombing kali, kayak MLRS Korut atau howitzer

        • Hehehehe, itu pengembangan PSU dengan roket 100 mm (tahun 2012). Sekarang sudah dikembangkan di RX-320, dan menggunakan autopilot. Sistem guidancenya hasil ToT dari negara blok timur.

          • Mungkin infonya bisa bermanfaat 🙂

          • PSU tu SAM ya bung? jangkauan? apa sudah field test?

            nice info bung Jalo, luar biasa jika sudah produksi SAM dalam negeri walau yang jarak pendek

          • PSU itu Penangkis Serangan Udara. Yang 100 mm sudah bisa dikatakan berhasil sesuai uji nilai. Makanya dikembangkan di 300 mm, yang ditargetkan pada jangkauan 50-70 km.

          • radarnya pake apa? sayang sekali LAPAN irit info, mungkin karena kecenderungan aplikasi militer kali ya

          • Coba baca dokumen ini…

          • keren euy, sekarang sudah fasih upload file jpeg 😆

          • Lapan irit info karena masalah MTCR yang saya tulis diatas..
            Makanya saya gak berani ngasih seluruh info yang saya dapat, karena memikirkan mereka. Saya juga gak berani menulis di tempat saya bekerja karena masalah MTCR juga, hehehehehe… Jadi sharing info disini aja ya, nanti clue-cluenya saya kasih

          • lebih dari 300 km tentunya 😀

          • Road map-nya untuk pengembangan PSU dan Rudal anti kapal (yang terbaru)… Tipe RX apa aja, sudah ada di konversi roket yang saya tulis diatas. Itu Renstra 2010-2014.

            Renstra selanjutanya, 300 km keatas…
            Salam perjuangan

          • Setelah belajar di warjag jadi lumayan dapat ilmu upload foto… hehehehehehe

  34. @bung satrio, NYD, Nara dan warjager..sekalian

    Saya memperkirakan akan ada masalah serius kalau kita akuisisi Refel (aksen pilot mamarica utk jin rafa)…bahkan bisa dikatakan kalau hal ini dipaksakan akan ini kan merubah sisdur di TNI AU…….; kira-kira apa hayo????

    ciyus…bahkan 99,99% pasti berpengaruh

  35. jangan lupa Iraq menolak BTR 4 pesanan dari Ukraina lo….

    …the Iraqis were unhappy with the quality of the vehicles…
    http://www.janes.com/article/25704/iraq-btr-4-delivery-delayed
    …A senior Iraqi lawmaker on Thursday accused Ukraine of delivering low-quality armored personnel carriers…All the BTR-4 vehicles delivered so far have “very old, rusty bodies,” he said, adding that “the machines are dysfunctional”….
    http://en.ria.ru/world/20130228/179740165/Iraq-Accuses-Ukraine-of-Selling-Inferior-Armored-Vehicles.html
    …the authorities in Baghdad refuse to accept it…42 units of cargo have cracks in the hull and found defective
    http://militarytechcooperations.wordpress.com/2013/08/05/iraq-refused-to-accept-the-rejected-ukrainian-btr-4/

    saya hanya memberi pandangan, jangan karena terlalu senang trus main terima saja
    peace

    • Iya bener bang Ed, saya juga bingung kenapa dibeli sama Kemenhan, tapi kata user dengan membeli 55 kita sudah dapat mempelajari teknologinya. Yang diambil adalah ilmunya, karena ini salah satu plesetan dari BTR-80a dan kerennya ad teknologi Jermannya juga. Nah dengan BTR4 ini dalam 2016 kita sudah bisa mengembangkan prototipe-nya (targetnya) 8×8 buatan pindad. Nah disini juga diambil masalah teknologi amphibiousnya. Karena janjinya kita akan dibantu untuk pengembangan 8×8, tapi gak tahu sekarang karena ada masalah politik di Ukraina, apakah telat atau gimana??

  36. gak jadi diambil gara2 konflik ukraina makin ga jelas, pembelian dari luar itu perlu dan pembelian dari dalam jg perlu, contoh india dan pakistan yg beli mbt t90 dan t80ud walaupun akhirnya kemudian bisa bikin mbt sendiri arjun india dan al-khalid pakistan. jd pengganti btr4 negara mana yang jadi lirikan?

  37. kendaraan mirip anoa bikinan pindad,tinggal nambahin pelontar granat ma kaliner 50mm doang gan. menmding buat beli MBT nya ukraina aja gan.

 Leave a Reply