Awal Mula Peristiwa Arab Spring di Suriah

DEMO-SURIAH

Arab Spring berawal dari Tunisia kemudian merambat ke Mesir, Libya, dan Suriah. Pada tanggal 6 Maret di sebuah sekolah di kota Deraa ada lima belas anak sekolah yang sedang membuat coretan di dinding sekolah. Mereka menuliskan slogan revolusi yang diteriakkan rakyat di Tunisia, Mesir, dan Libya: As Shaab/ Yoreed/Eskaat en nizam yang artinya “Rakyat ingin atau menumbangkan rezim”. Anak sekolah tersebut membaut tulisan seperti itu karena terinspirasi dari apa yang mereka lihat di televisi mengenai di Mesir.

Tindakan anak sekolah itu membuat Bashar Al-Assad marah sehingga aparat keamanan menangkap anak sekolah tersebut. Berdasarkan sumber yang diperoleh bahwa anak sekolah tersebut disiksa karena kelakukannya. Penyiksaan yang dilakukan oleh aparat keamanan membuat rakyat di kota Deraa menjadi marah sehingga mereka melakukan aksi demonstrasi menuntut pembebasan anak sekolah yang ditangkap dan disiksa oleh aparat keamanan. Bahkan masyarakat Suriah menganggap demonstrasi di Deraa dianggap sebagai awal perjuangan melawan rezim Bashar Al-Assad. Dari kota Deraa inilah revolusi dimulai atau munculnya gelombang Arab Spring, bukan di Damaskus atau Aleppo.

Tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap penyiksaan sekelompok anak sekolah merupakan suatu faktor utama penyebab terjadinya Peristiwa Arab Spring di Suriah karena mampu memunculkan kemarahan masyarakat Suriah. Sehingga faktor utama tersebut mampu memunculkan beberapa faktor penyebab lainnya dalam ¬Arab Spring di Suriah. Hal itu terbukti dengan pendapat David W. Lesch bahwa anak-anak sekolah yang membuat coretan di dinding sekolah merupakan bentuk perasaan frustasi dan kesal mereka terhadap sistem pemerintahan Bashar Al-Assad dan mereka sangat menginginkan keadilan sosial.

Faktor lainnya yang cukup penting dalam penyebab terjadinya gelombang Arab Spring di Suriah yakni adanya upaya Bashar Al-Assad untuk swastanisasi dan reformasi terhadap industri minyaknya sehingga hal tersebut hanya cenderung menambah angka pengangguran dan kemiskinan. Banyaknya kekayaan negara Suriah yang mengalir ke keluarga Bashar Al-Assad dan orang-orang terdekatnya. Dengan adanya faktor kemiskinan, pengangguran, dan nepotisme yang merugikan sebagian besar masyarakat Suriah menjadi pemicu paling mudah untuk mengorbankan revolusi.

Jika mengacu pada faktor ekonomi yang menjadi penyebab terjadinya Peristiwa Arab Spring dan revolusi di Suriah adalah sesuatu hal yang biasa dan wajar terjadi dalam kehidupan suatu negara. Anggapan tersebut pernah ditegaskan juga oleh Karl Marx bahwa revolusi yang terjadi di suatu masyarakat bisa disebabkan oleh faktor ekonomi. Pikiran Karl Marx tentu dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya dimana masyarakat proletar yang hidup dalam kemiskinan dan dieksploitasi oleh kelompok borjuis. Sehingga masyarakat proletar melakukan suatu revolusi terhadap kelompok borjuis.

Aprilian Cena,
Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Menjabat sebagai Wakil Bendahara PC PMII Ciputat.

Sharing

Tinggalkan komentar